“Istilahnya menjemput zaman,” ungkap Willy.
“Dulu orang jual motor iklan di koran lalu situs jual beli”
“Sekarang, enggak tau ya bener apa enggak”
“Buat saya, di mata user barang itu barang busuk”
“Mereka enggak mau lirik. Mereka maunya, Anda bisa jamin enggak?”
“Nah, kalau kita berani jamin, oke saya mau beli”
“Kalau user sekarang kayaknya udah begitu. Tapi enggak semua kayak begitu, fifty-fifty lah”
“Masih ada juga yang sambil lewat liat-liat di pinggir jalan terus mau beli”
“Kayaknya yang udah peka, melek medsos kayaknya mereka enggak mau. Mereka maunya yang berani jamin”
Baca Juga : Honda PCX 150 Seken, Kenali Penyakit Bawaannya, Enteng Tapi Ngeselin
Menurut Willy yang sudah punya usaha di empat lokasi ini, sekarang bahasa komunikasi yang dipakai adalah komunikasi visual.
“Kalau saya bilang, sekarang bahasa komunikasi visual”
“Meskipun orang-orang saya banyak yang dari daerah, saya ajarin mereka komunikasi visual”