Momen itu kan biasanya banyak konsumen yang panic buying, mereka cari kendaraan untuk libur lebaran dengan terburu-buru tanpa banyak cek secara detail," kata Fischer..
Baca Juga: Cara Mudah Mereset Indikator Oli Berkedip di Spidometer Yamaha NMAX
Tipe konsumen yang terburu-buru jadi mangsa bagi oknum penjual nakal dengan hanya bermodalkan merapikan tampilan mobil.
Agar calon pembeli tak curiga, penjual nakal ini memasang harga yang tak jauh berbeda dengan mobil sejenis dengan kondisi normal.
"Para oknum ini biasanya sudah tahu, jadi mereka juga tidak pasang harga yang jauh di bawah standar supaya calon pembelinya tidak curiga.
Agar meyakinkan, harga jualnya juga sama dengan harga pasaran biasa, tapi tetap bisa ditawar juga.
(Baca Juga: Pilihan Mobil Sedan Bekas Keren di Bawah Rp 100 Juta Untuk Mudik Saat Libur Lebaran)
Karena kondisi sudah panik dengan waktu yang mepet, konsumen hanya cek luar dalam, kelengkapan surat-surat tanpa detail melihat kondisi mesin, kaki-kaki, memperhatikan bodi, dan lainnya," papar Fischer.
Fischer pun menyarankan untuk membeli mobkas di tempat terpercaya dan melakukan transaksi jauh-jauh hari sebelum lebaran serta meminta garansi.
Hal tersebut guna mencegah kerugian apabila ternyata mobil tidak sesuai dengan kondisi yang disampaikan oleh si penjual.
Di tempat terpisah, Kepala Bengkel Bodi and Paint Auto2000 Kenjeran Yusuf Bahtiar juga mengatakan membeli mobil bekas tak semudah beli mobil baru.
Baca Juga: Curigai Motor Seken Dengan Kilometer Sedikit, Bisa Jadi Akal-akalan Showroom
Menurut Yusuf, konsumen harus benar-benar teliti untuk mendapatkan unit yang benar-benar baik.