Ini Ciri-ciri Busi Mobil Bekas Wajib Ganti, Dampaknya Boros Bensin!

Selasa, 28 April 2020 | 17:25
Dok. Auto Bild

Foto ilustrasi busi mobil

Otomotifnet.com - Di mobil bekas ada komponen yang namanya busi, tugasnya menghasilkan percikan listrik di ruang bakar.

“Bukan api loh, tapi percikan listrik,” tukas Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Kerja busi ini, lanjut Diko, akan terjaga kemampuannya bila 3 elemen terpenuhi.

Tiga elemen yang dimaksud yaitu pencampuran bahan bakar dengan udara terjadi secara ideal (good air fuel mixture), timing kerja busi dalam menghasilkan kualitas percikan listrik berlangsung tepat (good spark), serta ruang bakar dalam kondisi sehat (kompresi baik).

Baca Juga: Beli Mobil Bekas di Hebo Car Bisa di Rumah Saja, Ini Daftar Harganya

Dengan kata lain, bila 3 elemen tadi terpenuhi, akan menghasilkan pembakaran yang optimal (good combusition).

Sehingga performa mesin bakal berada dalam kondisi puncaknya.

Sebaliknya, bila ada salah satu saja elemen yang tidak terpenuhi, bisa dipastikan performa mesin akan drop.

Nah, dalam kondisi semua elemen tadi normal, pemakaian busi itu ada umur pakai efektifnya.

Kalau Anda masih menyimpan buku service manual mobil Anda, di sana sangat jelas tertera kapan kita dianjurkan untuk ganti busi.

Contohnya pada kebanyakan low MPV kayak Suzuki Ertiga, Toyota Avanza – Daihatsu Xenia, Honda Mobilio dan sebagainya, rata-rata dianjurkan mengganti busi setiap 20.000 km, atau setiap dua kali servis rutin (ganti oli dan sebagainya).

Halaman Selanjutnya

Masa penggantian tersebut untuk busi berbahan nickel…
Tag

Sumber Otomotifnet.com