Selain itu, kabin R-Class merupakan tempat yang nyaman untuk ditempati. Jok baris kedua terasa lega, dengan ketiga jok bisa diatur secara individual.
Untuk baris ketiga, tidak bisa disebut lega meski lumayan bisa diterima untuk standar MPV saat ini.
Bagasi Mercedes-Benz R-Class R280L
Akan tetapi, metode pengoperasian jok baris ketiga ini terbilang konvensional. Harus melakukan aksi tarik-menarik agar jok bisa tersimpan ataupun terpasang.
Akan lebih baik jika Mercedes-Benz membekali R-Class dengan sistem pelipatan jok elektrik seperti pada Honda Odyssey.
Baca Juga: Tertarik Mercedes-Benz E-Class W211 Bekas? Ini Pilihan Mesinnya
Adapun perubahan kapasitas mesin dan sistem penggerak roda belakang telah membuat harga R-Class terpangkas jauh.
Mercedes-Benz R-Class R280L pada saat itu (2008) ditawarkan Rp 998 juta (off the road), harga tersebut merupakan segmen MPV mewah yang tadinya Alphard-minded mengalihkan perhatiannya terhadap MPV mewah Mercedes-Benz.
Dengan handling dan kenyamanan setara sedan, harus diakui, apa yang menjadi keunggulan R-Class bukanlah parameter uama calon pembeli. Bahkan, kabin belakang kalah jauh dibanding kompetitor utamanya, Toyota Alphard.
Akan tetapi, karisma three pointed stars dijamin membuat R-Class memiliki pesona tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Hanya saja, segmen MPV mewah sangat kompetitif.