Memang bukan sejatinya mobil 7-penumpang seperti LMPV lain, karena kursi baris ketiga hanya cocok untuk anak-anak, orang dewasa tidak akan nyaman berada di kursi baris ketiga Datsun Go+.
Baca Juga: Bingung Pilih Tipe Datsun Go+ Panca Bekas? Ini Perbedaannya, Tipe Termurah Tanpa AC
Selain itu, jika kursi baris ketiga digunakan, ruang bagasi di Datsun Go+ tidak ada sama sekali, inilah yang membuat masyarakat Indonesia lebih menyukai LCGC Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.
Tapi selain itu, ada 5 alasan mengapa Datsun Go Panca maupun Go+ Panca masih bisa jadi pertimbangan.
1. Harga Seken Terjangkau
Alasan pertama tentu saja soal harga, saat pertama kali meluncur di tahun 2014, Datsun GO tipe T dan T Option dibanderol dengan harga Rp 105 jutaan, sedangkan Datsun GO Active Rp 110 jutaan on the road (OTR) Jakarta.
Sedangkan varian Datsun GO+ harganya mulai dari Rp 94 jutaan untuk tipe D sampai dengan Rp 118 jutaan untuk tipe T Style OTR Jakarta.
Baca Juga: Mengenang Datsun Go+ Panca Tipe T, LCGC 3 Baris Pertama Sebelum Calya Sigra
Kini harga bekasnya makin terjangkau, merujuk data dari pricelist GridOto.com Datsun Go dan Go + tahun 2016 tipe T Option dan T Active sudah Rp 60 jutaan - 70 jutaan, dan Rp 50 Jutaan untuk tipe standar.
2. Daya Tampung Bagasi
Bagasi Datsun GO+ Panca 2014
Datsun GO memiliki daya tampung bagasi yang lebih luas daripada GO+ Panca, yaitu 265 liter.
Sedangkan GO+ Panca memiliki daya tampung bagasi sebanyak 48 liter. Tetapi, jika jok belakang dilipat daya tampung bagasi GO+ bisa lebih banyak memuat barang bawaan.