Sayang, Grand Avega mulai muncul Korea DNA-nya saat diajak bermanuver. Melibas jalan bumpy dengan kecepatan menengah, body roll cukup terasa. Bisa jadi karena bobot bodi kurang berat buat suspensinya.
Body Belakang Hyundai Grand Avega AT 2011
Baca Juga: Tips Beli Hyundai Tucson Bekas, Ini Penyakit yang Sering Dialami
Namun jika diajak rolling speed pada jalan mulus seperti tol, termasuk stabil, bahkan di kecepatan 180 km/jam di jalan lurus Granf Avega anteng saja. Karakter suspensi ini
mengingatkan pada Kia Pride.
Kenyamanan kabin juga ditawarkan Grand Avega. Paling menonjol seperti legroom hingga headroom yang lega menyenangkan buat ukuran orang Indonesia.
Detailnya mengagumkan karena sudah serapi kompetitor dari Jepang. Bahan dasbor dan teksturnya seakan bukan mobil Korea lagi.
Lewat dimensinya yang lebih besar dibanding hatchback sekelas, desain menarik, tipe termahal dengan transmisi matik 4-speed shiftronic ini cuma dibandrol Rp 169,8 juta(on the road) pada saat 2011 lalu. Sebuah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan!
Kini harga Hyundai Grand Avega bekas tahun 2011 - 2015, harga pasarannya mulai dari Rp 95 juta - 125 juta.
Nah tim OTOMOTIF pernah mengetes akselerasi dan konsumsi BBM Hyundai Grand Avega 1.4 A/T pada saat barunya, berikut hasil tesnya.
Body Hyundai Grand Avega AT 2011
Tes Akselerasi
- Akselerasi 0 - 100 km/jam = 13,3 detik.
- Akselerasi 40 - 80 km/jam = 5,7 detik.
- Akselerasi 0 - 402 meter = 19,1 detik.
- Rute dalam kota (stop & go) = 10,3 km/liter.
- Rute luar kota = 13,8 km/liter.
- Rute tol (konstan 100 km/jam) = 18,1 km/liter.