Isuzu Panther Disuntik Mati Setelah 30 Tahun Mengabdi, Yuk Nostalgia Sejarahnya

Sabtu, 13 Februari 2021 | 09:24
Isuzu

Ilustrasi Isuzu Panther

Dok.GridOto

Isuzu Panther 1997

Sesaat sebelum Toyota mengeluarkan kijang kapsul, Isuzu mengganti mesin Panther menjadi 2.500 cc Direct Injection.

Teknologi ini membuat mesin Panther jauh lebih efisien, bertenaga dan tidak perlu busi pemanas (glow plug) untuk menghidupkan mesin pada kondisi dingin.

Makanya terkenal dengan istilah ‘wuzz-wuzz, cring-cring’ yang artinya kencang namun irit. Konsumsi BBM Panther 2.5L di dalam kota bisa mencapai 12 km/l, jauh lebih irit dibanding pendahulunya yang hanya 9-10 km/l.

Baca Juga: Isuzu Panther Vs Toyota Kijang Innova Diesel, Fitur dan Akomodasi Menang Mana?

Sebenarnya mesin Diesel Direct Injection bersuara lebih kasar, namun peredam khusus yang dipasang di sekeliling blok mesin membuat Panther 2.5 lebih hening

Isuzu Panther 2.5L masih menggunakan karoseri PPL dengan bodi yang tampak lebih tbal, perbedaan lain ada pada desain lampu depan, grill, dan bumper.

Variannya juga banyak, yaitu Royal, Grand Royal, Sporty, Hi-Sporty, dan Hi-Grade. Namun kami tidak merekomendasikan varian Sporty atau Hi-Sporty yang beroda besar, sebab tidak diimbangi dengan rem yang lebih besar.

4. Panther Kapsul (2000 - 2005)

Istimewa

Isuzu Panther Kapsul

Juga tidak berbeda jauh dengan munculnya Toyota Kijang kapsul EFI, akhirnya Isuzu benar-benar mengubah wajah Panther.

Dengan menghadirkan 2 pilihan mesin, diantaranya 2.500 cc 4 silinder Direct Injection (M/T), dan 2.500 cc 4 silinder Direct Injection Turbo (A/T).

Generasi baru ini terkenal dengan nama Panther Kapsul. Masih mengusung mesin yang sama, Panther Kapsul terlihat jauh lebih rapi untuk urusan pengerjaan bodi.

Halaman Selanjutnya

Baca Juga: Isuzu Panther Vs Toyota Kijang…
Tag