Begitupun di sektor kenyamanan, walaupun pakai sasis ladder frame, Nissan Terrano pakai suspensi independen dengan pegas torsi pada bagian depan dan per spiral pada bagian belakang.
Resep ini yang membuat pengendalian Nissan Terrano tergolong baik di jalan bergelombang, di sektor dapur pacu, mesinnya memakai Z24 2.400 cc dengan sistem bahan bakar karburator.
Baca Juga: Perjalanan Nissan Terrano di Indonesia, SUV yang Eksis di Era 90-an
Cenderung 'old school' di eranya, keputusan menggunakan karburator berdampak terhadap minimnya perawatan yang diperlukan maupun masalah yang timbul pada bagian mesin Terrano.
Walau tergolong kuno, Terrano nyatanya masih malang-melintang di pasar mobil bekas. Nah sebelum membeli SUV Nissan Terrano bekas, ada 5 sektor yang perlu diperhatikan.
1. Bodi Karat
Sebenarnya bodi Terrano sudah dibekali dengan anti karat Catalytic Eletronic Dipping (CED) yang memberi perlindungan optimal dari serbuan karat.
Baca Juga: Naksir Nissan Terrano Bekas? Kenali Fitur dan Variannya Sebelum Beli
Dikutip dari Majalah JIP 2010 No. 98, karat akan mulai menggerogoti bila lapisan CED yang menempel di permukaan pelat sasis rusak atau pecah.
Oleh sebab itu, sebaiknya cari Terrano dengan sasis dan bodi mulus. Belum pernah terbentur atau mengalami pengecatan ulang.
2. Pintu amblas
Pintu Terrano terhitung kuat, namun berat. Ini membuatnya sering ‘turun’, terutama pintu depan sebelah kanan yang lebih sering dibuka-tutup.
Amblesnya pintu disebabkan oleh ausnya bos plastik yang menjadi penopang pintu tersebut.