Otoseken.id - Hyundai H-1 bekas harganya makin menggiurkan dengan budget Rp 100 jutaan sudah bisa dapat MPV berbodi bongsor asal Korea Selatan, namun bagaimana soal biaya perawatannya?
Sebab perawatan seperti servis berkala dan mengganti spare part fast moving penting untuk dilakukan supaya performa Hyundai H-1 tetap optimal dan sehat.
Untuk perawatan mesin yang paling penting adalah mengganti oli atau pelumas mesin.
Boy Hendri dari bengkel spesialis Hyundai Garasi 30 menyarankan untuk mengganti oli mesin Hyundai H-1 setiap 5.000 kilometer.
Hyundai H-1 CRDi Royale 2014
Baca Juga: Tips Beli Hyundai H-1 Bekas, Ini Penyakit yang Sering Dialami
"Ganti oli disarankan tiap 5.000 km atau 6 bulan tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Banyak banget orang yang enggak tau, ganti oli itu jangan hanya berpatokan pada kilometer, tapi juga harus berpatokan pada usia," ucap Boy Hendri, owner Garasi 30 di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Menurut Hendri, oli mesin yang sudah lama tidak diganti walaupun mobil jarang dipakai, berisiko menyebabkan oli rusak dan mengental, atau istilahnya oli berlumpur.
Untuk oli mesin, bengkel spesialis Hyundai Garasi 30 menyarankan oli dengan spesifikasi yang sesuai disarankan oleh pabrikan.
Yakni oli mesin Shell Rimula SAE 15W-40 untuk Hyundai H-1 bermesin diesel, dan Shell SAE 10W-40 untuk Hyundai H-1 bermesin bensin.
"Ganti oli biayanya Rp 55 ribu per-liter (diesel), dan Rp 70 ribu per-liter (bensin). Untuk mesin diesel butuh 7 liter oli, sedangkan mesin bensin butuh 5 liter," ucapnya.
Baca Juga: Harga Spare Part Hyundai H-1 di Bengkel Spesialis, Original dan OEM
Namun perlu diingat, pabrikan menyarankan untuk mengganti filter oli setiap mengganti oli mesin.