Cara Mengecek Kinerja Sokbreker Mobil Bekas Yang Mulai Gak Enak

Kamis, 06 Mei 2021 | 12:35
Iman

Ilustrasi sokbreker mobil

“Yang dimaksud sok single action, kerjanya cuma satu arah saja. Yaitu saat kompresi saja atau rebound saja,” terang Pak Abi.

Sementara yang double action, bekerja dua-duanya (kompresi dan rebound). Jenis ini lah yang banyak digunakan di mobil-mobil keluaran sekarang.

Baca Juga: Ohlins Indonesia Pasarkan Shockbreaker Mobil Tipe DFV, Begini Cara Kerjanya!

Andhika Arthawijaya/Dok. OTOMOTIF

Ilustrasi sokbreaker depan Suzuki Ertiga

Nah, baik sok single action maupun double action ini, “Bila kinerjanya mulai aus atau lemah, efeknya hampir mirip, yakni kemampuan meredam guncangan jadi berkurang,” jelasnya.

Ciri-ciri yang bisa dirasakan, terutama untuk sok depan, salah satunya ketika melakukan pengereman, bagian depan mobil akan terasa amblas atau turun terlalu banyak dari biasanya.

“Sebaliknya ketika mobil sudah berhenti, bagian depannya akan cepat mengayun ke atas,” papar pria yang pernah bekerja di bagian technical service PT Toyota Astra Motor (TAM) ini.

Itu karena kemampuan meredam kompresi dan rebound-nya sudah berkurang.

Nah, jika sobat ingin memastikannya lagi, kondisi mobil diparkir, coba goyangkan atau ayunkan bagian depan mobil dengan cara ditekan ke bawah, lalu dilepas.

Jika bagian depan mobil mudah amblas, lalu saat tekanannya kita lepas menyayun ke atasnya cepat, bisa dipastikan sokbreakernya sudah lemah.

“Kalau sokbreakernya masih bagus, ketika bagian depan mobil kita tekan, turunnya cuma sedikit.”

“Sebaliknya ketika tekanan pada bagian depan mobil kita lepas, pasti mengayun ke atasnya akan lebih pelan. Sama halnya sokbreaker belakang,” terang Pak Abi.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Merawat Sokbreker Mobil Bekas, Simak Urutan-urutannya

Halaman Selanjutnya

Lantas apa efek yang akan ditimbulkan saat…
Tag

Sumber Otomotifnet.com