Tips Merawat Mobil Mesin Diesel Turbo Pajero, Fotuner dan Innova

Kamis, 14 Desember 2023 | 09:58
Iman

Ilustrasi Mesin Diesel Turbo

“Saat kapasitas oli berkurang, tentu pelumasan turbo juga akan kurang optimal,” jelas Moehammad Sobirin dari Surya Mas Diesel di kawasan Kemanggisan, Jakbar. “Yang pasti, jangan sampai telat ganti oli,” tambahnya.

Karena oli yang sudah lewat waktu pengagntiannya, akan berpotensi besar mengandung serbuk besi. Serbuk besi atau biasa dikenal ‘gram-graman’ tersebut akan bahaya bila melewati area pelumasan bilah turbin.

“Hal terburuk yang bisa terjadi adalah akan membuat putaran turbin turbo jadi macet,” ucap Moeh, sapaan akrabnya.

Tingkat viskositas atau kekentalan oli pun berperan penting dalam menjaga turbo pada diesel common-rail.

“Karena sudah canggih, oli yang digunakan pun juga harus encer. Seperti oli yang digunakan mesin bensin yang menggunakan turbo,” ucap Theodorus Surya Jaya, juragan REV Engineering.

Viskositas oli 5W-30, 5W-40, 10W-40 atau 15W-40 dianjurkan untuk mesin diesel common-rail.

“Dengan oli yang sangat encer. Pelumasan turbo pun jadi lebih baik hingga kecelah sempit dibagian turbo. Dan saat putaran dan tekanan turbo dalam kondisi tinggi, oli tetap melumasi turbo dengan benar,” jelas Teddy, sapaan akrabnya.

Menurut Sartono, Technical Leader Auto2000 Bintaro, "Gunakan oli mesin yg sesuai dengan spek kendaraan atau yang lebih tinggi, karena sistem pelumasan dan pendinginan turbo melalui oli mesin. Lalu ganti atau bersihkan saringan udara secara rutin setiap servis berkala, sehingga udara yang masuk ke intake manifold melalui turbo juga bersih," jelasnya.

Terakhir, biarkan mesin idling atau langsam selama beberapa menit sebelum dimatikan untuk turbocharger cooling down dengan pelumasan oli mesin. Atau kalau mau lebih mudah, tambahkan piranti turbo timer saja.

2. Harus Bersih

Pabrikan mobil sebenarnya sudah mengoptimalkan fisik dan kerja dari turbo itu sendiri. “Selama kita selalu mengikuti prosedur dan rutin servis berkala dari pabrikan, pasti turbo lebih awet," ucap Riza, pengguna Mitsubishi Pajero Sport 2013.

Terbukti mobilnya sejak baru belum pernah bermasalah dengan turbonya.

Contohnya soal bahan bakar, diesel common-rail memang sangat disarankan pakai bahan bakar solar rendah sulfur. Kotoran yang terbawa dari ruang bakar menuju turbo akan berpotensi merusak piranti itu. “Selain itu, kotoran juga bisa terbawa dari intake. Itu kenapa kita juga harus menjaga kebersihan filter udara, supaya kotoran tidak terhisap mesin,” ucap Sobirin yang biasa menangani SUV diesel.

“Penggunaan filter udara yang hambatan sedikit, akan membawa kotoran kasar hingga ke turbo. Itu akan mengakibatkan bilah turbin jadi baret dan juga bisa merusak bearing turbin tersebut. Jadi penggunaan filter pun harus diperhatikan, jangan sembarangan ganti atau dibiarkan kotor,” ucap Teddy.

Halaman Selanjutnya

Surya Mas DieselJl. KH Taisir no. 88…
Tag