"Memang itu penyakit yang jarang rusak, di mobil-mobil Suzuki pun cuma di Ertiga saja pompa olinya yang sering bermaslah," tambah Pria yang akrab disapa Ari.
Menurutnya, kerusakan pompa oli ini diakibatkan karena kualitas oli mesin yang buruk akibat sering telat ganti oli.
"Kalau mesin, mesin Ertiga bandel dan enggak ada masalah berbarti, saran saya oli mesin jangan telat, ganti di 5 ribu sampai 10 ribu kilometer, minimal pakai oli mesin spek 10W-40, biar awet pompa olinya," katanya
"kalau pompa oli sudah rusak, harganya untuk Ertiga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta termasuk jasa pemasangan," tambahnya.
2. As Roda
Selanjutnya yakni pada bagian kaki-kaki khususnya pada bagian as roda depan yang sering kena, namun penyakit ini hanya ditemui pada Ertiga bertransmisi matik.
"Selanjutnya kelemahannya di as roda, tapi as roda yang sering cepat kena di Ertiga yang matik doang ya, kalau yang manual jarang, karena memang konstruksi as rodanya berbeda antara matik dan manual," ungkap Ari.
Gejala atau indikasi kerusakan pada as roda Ertiga saat berbelok tajam, ke kanan atau ke kiri, muncul suara 'trek-trek-trek'.
Begitupun saat mobil dipacu dengan kecepatan tinggi, bodi terasa goyang atau melayang.
Ilustrasi Suzuki Ertiga generasi pertama
"Biaya ganti as roda Ertiga matik Rp 1,9 juta sampai Rp 2 juta per buah, kalau rusaknya kiri kanan tinggal kali dua saja," jelas Ari.
3. Sokbreker
Terakhir masih di area kaki-kaki, Ari menyarankan untuk teliti bagian sokbreker baik depan dan belakang.