“Kalau pilih ukuran yang terlalu besar salah satu sisi, takutnya bakal saling bertabrakan ketika wiper beroperasi. Sebaliknya kalau lebih kecil, akan ada bagian kaca yang tidak tersapu,” ujar Chandra, pemilik gerai Karunia Agung Motor di Pasar Mobil Kemayoran, Jakut.
Selain ukuran yang bervariasi, secara konstruksi ada dua jenis wiper yang tersedia di pasaran, yakni frameless dan konvensional (dengan frame).
Baca Juga: Jangan Cuek, Karet Wiper Mobil Rusak Bikin Baret, Ini Tandanya
Keunggulan wiper model frameless, kemampuan menyapu airnya lebih cepat berkat bobot yang lebih ringan, lantaran tak memiliki rangka.
Selain itu, “Karena tidak ada frame, maka wiper frameless tidak akan berkarat dan tampilan mobil pun akan lebih simple,” ujar Cahyadi Putra, punggawa gerai aksesori Graha Mobilindo di Kalimalang, Jakarta Timur.
Ilustrasi wiper frameless
Namun desain yang lebih modern tersebut bukan berarti tanpa kekurangan.
Menurut beberapa pemakainya, wiper frameless dianggap tidak lebih baik dari wiper konvensional untuk urusan kemampuan menyapu air.
Seiring usia pakai, kadang hanya bagian tengah saja yang kuat menekan kaca.
Sehingga menurunkan kemampuannya dalam menyapu air secara luas.
Selain itu, Anda harus mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membeli wiper jenis frameless.
Jika wiper konvensional memiliki rentang harga Rp 50 – Rp 150 ribu, maka model frameless ini dihargai nyaris dua kali lipatnya, yakni berkisar Rp 100 - Rp 300 ribu, tergantung merek dan ukurannya.
Wiper konvensional yang masih menggunakan besi sebagai frame, justru dianggap lebih terjaga tekanannya pada kaca, berkat konstruksi rangkanya.