Ini karena kekuatan transmisi CVT berbeda dengan AT, karena basis CVT adalah puli dan Belt atau sabuk baja.
Walaupun namanya sabuk baja, namun komponen ini tidak terlalu kuat sehingga rentan kendur dan putus.
Komponen Puli dan Sabuk Baja di Transmisi CVT
Sehingga mobil transmisi CVT lebih cocok dipakai dengan city car di perkotaan, kurang cocok dipakai di daerah pegunungan.
Baca Juga: Tes Adu Irit 5 Mobil LMPV Pemenangnya Enggak Nyangka, Transmisi CVT
3. Daya tahan
Daya tahan elektrikal dengan mekanikal lebih handal mekanikal, nah transmisi CVT merupakan transmisi dengan teknologi tinggi dengan mengandalkan elektrikal dan komputer.
Hal ini yang menyebabkan daya tahan CVT lebih pendek dibandingkan mekanikal.
Itu sebabnya mobil matik AT konvensional di mobil-mobil jaman dulu memiliki umur yang lebih panjang hingga 15 sampai 20 tahun karena masih mekanikal.
4. Biaya perbaikan cenderung lebih mahal
Kerusakan ringan pada transmisi matik CVT sering kali sama dengan kerusakan fatal di transmisi AT konvensional, ini yang menyebabkan perbaikan CVT cenderung mahal.
Sementara transmisi AT konvensional kecil kemungkinan mengalami rusak yang fatal, itupun disebabkan dari faktor perilaku dari pengemudi.
5. Teknologi tinggi