Indikator berwarna putih menunjukkan aki dalam kondisi harus dicharge. Juga mengisyaratkan bahwa tegangan pada aki sedang tidak dalam kondisi puncak.
Sebaliknya bila indikator berwarna merah atau tidak lagi mengeluarkan warna, berarti aki tidak menyimpan setrum atau sudah rusak.
Untuk aki basah, selalu cek level air aki sebelum mobil digunakan. Pastikan air aki selalu berada di upper level
Meski begitu, indikator tersebut tak bisa selalu menjadi patokan.
Untuk aki yang memiliki kerusakan hanya pada sebuah sel timah, aki tetap akan memberikan indikasi berwarna hijau atau biru pada indikator.
Sebaliknya, tak jarang indikator sudah berwarna merah, tetapi aki tetap tokcer untuk cranking.
Deteksi yang ideal bisa dengan AVO meter bila ingin mengetahui tegangan atau ampere yang sebenarnya.
2. Jaga Level Air Aki
Baca Juga: Cara Merawat Mobil Bekas, Ini Dua Penyebab Air Aki Cepat Habis
Pada aki jenis basah atau yang masih menggunakan cairan, harus selalu terjaga di antara garis low level dan upper level, yang tertera pada aki.
Bila berada di bawah low level, segera tambahkan. Air aki berfungsi untuk membantu mendinginkan sel-sel aki.
Jika terlihat berkurang dan tidak segera ditambah, sel-sel dalam aki bisa berubah bentuk (melengkung) dan dapat memicu hubungan pendek.
3. Periksa Terminal Aki