Otoseken.id - Wah, ini kata bengkel spesialis tentang Subaru forester. Simak kelebihan dan kekurangannya.
Subaru Forester generasi ketiga merupakan SUV dengan penggerak All Whell Drive (AWD) yang harga bekasnya sudah relatif terjangkau.
Di pasaran, Forester varian 2.0X yang menggunakan mesin DOHC Subaru Boxer 2.000 cc dibanderol mulai Rp 120 juta sampai Rp 150 jutaan tergantung kondisi unit.
Selain harga yang sudah relatif murah, Virajayo selaku Owner BSS Motor spesialis Subaru di Tambun, Bekasi, Jawa Barat mengatakan, Forester memiliki beberapa kelebihan sehingga masih layak dipinang di tahun ini.
Baca Juga: Ini Rekomendasi BBM Buat Subaru Forester, Ternyata Cocok Jenis Ini
"Subaru Forester generasi ketiga itu handlingnya paling enak, bobot mobil juga oke, dan fun to drive," ujar Vira kepada GridOto.com.
"Untuk desain itu sesuai kriteria masing-masing orang. Tapi menurut saya masih layak dibeli sejuah masih dapat yang terawat," sambungnya.
Bergeser ke dapur pacu, Vira menilai mesin Boxer 2.000 cc Subaru Forester terbilang kuat asal pemilik disiplin ganti oli dan perawatan berkala.
"Mesin sejauh disiplin seperti ganti oli dan perawatan hampir tidak ada masalah. Kami menemukan ada sampai 300.000 km mesin tidak ada kendala berarti sampai sekarang," ucap Vira.
Sementara itu kekurangan dari Subaru Forester generasi ketiga ini terletak di bagian kaki-kaki mobil yang sering bermasalah.
Baca Juga: Bengkel Spesialis Buka-bukaan, Ini Rekomendasi Pilihan Oli Mesin Subaru Forester
"Hampir sama sih kalau Subaru itu rata-rata masalahnya di kaki-kaki. masalahnya karena usia pemakaian aja. Paling umum itu bushing stabilizer, bushing rack steering, bushing lower arm besar, dan pin kaliper," jelasnya.
Sekadar informasi, Subaru Forester generasi ketiga diluncurkan di Tanah Air pada 9 September 2008 tersedia dalam transmisi otomatis 4-speed dengan SPORTSHIFT.