Otoseken.id - Wajib tahu, ini panduan perawatan Subaru Forester transmisi matik generasi ketiga.
Selain perawatan mesin, komponen transmisi matic Subaru Forester 2.0 generasi ketiga tidak boleh luput dari perawatan.
Menurut Virajayo, Onwer bengkel spesialis Subaru BSS Motor di Bekasi, perawatan matik Forester 2.0 generasi ketiga harus dilakukan tiap kelipatan 20.000 km.
"Matiknya itu bandel, bisa dibilang 'badak'. Tapi afa beberapa yang jebol karena sering telat ganti oli," ucap pria yang akrab disapa Vira ini saat ditemui GridOto.com.
Ia menerangkan, untuk penggantian oli matik Subaru Forester 2.0 generasi ketiga membutuhkan oli sebanyak empat liter.
Penggantiannya pun hanya boleh dilakukan dengan metode refill.
Sebab, jika menggunakan metode kuras atau flushing justru bisa berbahaya dan merusak komponen dalam transmisi.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Subaru Forester Menurut Bengkel Spesialis
"Jadi kalau pakai metode flushing, yang menekan oli masuk dan keluar itu pompa yang ada di mesin flushing, bukan dari pompa yang di mobilnya," jelas Vira.
"Itu biasanya tekanannya terlalu tinggi dan kalau usia mobil sudah tua, sealnya akan menjadi keras karena terkena tekanan mesin flushing," lanjutnya.
Vira menjelaskan, banyak mobil yang justru transmisi matiknya menjadi bermasalah setelah melakukan flushing oil.
"Itu udah banyak yang bermasalah. Kami ada beberapa langganan dan rekanan bengkel matik yang sudah tidak mau pakai flushing," jelasnya.
Soal jenis oli matik yang cocok digunakan untuk Subaru Forester 2.0 generasi ketiga, Vira menyebut SUV ini direkomendasikan menggunakan spesifikasi Dextron 3.