Saat sensor mendeteksi adanya gejala rem mengunci, maka sistem akan mengurangi tekanan rem sehingga roda dapat kembali berputar sembari terus melakukan pengereman.
Proses ini dilakukan berulang kali hingga mobil benar-benar berhenti.
Hasilnya, jarak pengereman pada kondisi basah pun lebih pendek jika dibanding mobil tanpa ABS.
VSC menjaga mobil tetap stabil ketika muncul potensi terjadinya pergeseran bodi mobil saat menikung
3. ESP
Pada prinsipnya ESP (electronic Stability Program) merupakan pengembangan dari kontrol traksi.Di sini, sejumlah sensor akan menganalisa masukan kemudi, perputaran roda, hingga pergerakan bodi mobil.
Andai mobil dirasa bergeser dari arah yang seharusnya, maka sistem akan bereaksi dan mengatur tekanan rem yang berbeda pada keempat roda, termasuk menyesuaikan kemudi agar mobil kembali stabil.
Baca Juga: Waspada Karat di Part Mobil Saat Musin Hujan, Cek Bagian-bagian Ini
Tombol defogger belakang
4. Defogger
Perbedaan temperatur antara kabin mobil dengan udara luar seringkali membuat kaca mobil berembun sehingga mengganggu pandangan Anda ke jalan.Saat ini, terdapat fitur defogger untuk kaca depan dan belakang.
Namun, yang paling umum terdapat adalah rear defogger atau defogger belakang.
Rear defogger ini berupa kawat pemanas terletak pada kaca belakang sehingga mampu menguapkan embun.