Naksir BMW E46 Seken, Apa Saja Potensi Penyakit Dari Mobil Ini?

Taufan Rizaldy Putra - Jumat, 21 Juni 2019 | 15:41 WIB

BMW Seri-3 E46 diproduksi dari 1999 - 2004 (Taufan Rizaldy Putra - )

Otoseken.id - BMW Seri 3 E46 kini sudah berusia 20 tahun, namun tampilannya kerap dinilai masih cocok untuk 'bergaul' dengan sedan-sedan yang usianya lebih muda.

Di pasar mobil seken, mobil ini sudah banyak dibanderol di kisaran Rp 100 juta ke bawah.

Bahkan untuk varian 318i yang belum LCI harganya sudah menyentuh Rp 60 jutaan.

Dengan desain timeless yang apik dan harga yang terjangkau, tak ayal mobil ini sering dijadikan alternatif pilihan mobil seken bagi mereka yang ingin mencari mobil pertama dengan tampilan eksekutif.

Kami pun bertanya pada Mashadi, punggawa bengkel Exclusive Garage yang sering menangani dan juga penghobi BMW mengenai penyakit dari sedan Jerman ini.

"Kalau di area mesin, tergantung nih, E46 yang mana? Karena ada beberapa varian ya," sebut pria yang akrab disapa Hadi.

Baca Juga: Trik Jitu Cara Pengecekan Saat Meminang Mobil Nissan Grand Livina Bekas

"Kita ambil yang paling sering diambil orang saja ya, 318i dan 325i."

Hadi menyebut bahwa 318i dan 325i menggunakan basis mesin yang berbeda, empat silinder dan enam silinder.

Muhammad Ermiel Zulfikar
BMW E46 yang sedang diservis

"Yang 318i pakai mesin M43 dan N42, sama-sama empat silinder. Itu generasi pertama dan LCI. Kalau 325i pakai mesin M54 enam silinder," ungkapnya.