Sudah Tahu? Jenis, Bentuk Elektroda, Umur Serta Efek Lupa Ganti Busi

Rabu, 13 Maret 2019 | 20:00
Sumber NGK

Busi Dapat Mempengaruhi Performa

Sebaliknya, bila ada salah satu saja elemen yang tidak terpenuhi, bisa dipastikan performa mesin akan drop.

Dalam kondisi semua elemen tadi normal, pemakaian busi itu ada umur pakai efektif.

Baca Juga : Glass Scrub dan Coating, Jurus Jitu Tumpas Jamur di Kaca Depan Mobil

Kalau masih menyimpan buku servis manual mobil, di sana jelas tertera kapan kita dianjurkan ganti busi.

Contohnya pada kebanyakan low MPV kayak Suzuki Ertiga, Toyota Avanza – Daihatsu Xenia, Honda Mobilio dan sebagainya, rata-rata dianjurkan mengganti busi setiap 20.000 km, atau setiap dua kali servis rutin (ganti oli dan sebagainya).

“Masa penggantian tersebut untuk busi berbahan nikel atau yang tanpa menggunakan logam mulia"

"Tentunya itu berdasarkan riset APM yang bersangkutan, bahwa jarak pemakaian kendaraan segitu lah kinerja mesin masih berada dalam kondisi optimal."

Baca Juga : Suara Bletak Kopel dan Gardan Dengung, Ciri Mobil Pernah Terendam

"Lebih dari itu, akan terjadi penurunan performa,” terang Diko di kantornya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Hal itu juga diamini oleh produsen busi merek Denso.

“Selain riset dari APM, waktu tempuh itu juga berdasarkan riset dari produsen busi, sama-sama saling kasih masukan,” bilang Tommy Rizky Nugroho, Marketing Communications PT Denso Sales Indonesia.

Tapi, bila sebelum jarak tempuh itu didapati elektroda busi mengalami korosi atau ‘termakan’, sangat dianjurkan segera diganti.

Baca Juga : Lampu Belakang Pecah, Cukup Perbaiki Dengan Lembar Mika, Tak Perlu Ganti Baru

Halaman Selanjutnya

“Parameter penggantian kalau dari NGK ada dua.…
Tag

Sumber otomotifnet.com