"Itu tidak mempengaruhi kinerja busi, selama busi masih dalam masa pakai ideal dan tidak ada kerusakan pada elektroda,” sebut Diko.
TORSI PENGENCANGAN BUSI
Saat mengecangkan busi, tidak boleh sembarangan.
Baca Juga : Biaya Peremajaan Kaki-kaki Low MPV Populer, Cukup Keluar Rp 4 Jutaan
Sebab bila terlalu kencang, bisa merusak drat busi, bahkan drat dudukannya di kepala silinder.
Sebaliknya bila terlalu kendur, dapat menyebabkan kompresi mesin bocor.
Saat mengecangkan busi, tidak boleh sembarangan.
Sama hal dengan pengencangan baut atau mur, busi juga punya torsi pengencangan tertentu.
“Beda diameter ulir busi, beda pula torsi pengencangannya,” terang Diko.
Baca Juga : Gejala Ngelitik Nissan Livina Matik, Hati-hati Memilih Bensin dan Oli
Misal busi dengan diameter ulir 18 mm, torsi pengencangan sekitar 35 – 40 Nm.
Teknik ini sudah dibuktikannya sama hasilnya ketika diukur pakai kunci torsi.
Sedangkan busi dengan diameter ulir 14 mm, torsi sekitar 25 – 30 Nm, begitu seterusnya.