Memiliki rasio kompresi rendah hanya 8,8:1. Sistem pengapian sudah menggunakan CDI.
Tenaga puncak sebesar 8 dk pada 8.000 rpm dan torsi 7,45 Nm di angka 5.000 rpm.
Tenaga tersebut disalurkan pakai rantai ke roda belakang lewat transmisi 4 percepatan dengan kopling manual.
Kapasitas tangki bahan bakar 8,5 liter dan oli mesin 0,8 untuk penggantian berkala.
Rangka tipe ‘grasshopper’ atau belalang menjadi tulang punggung Win.
Baca Juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Tipe Karburator Vakum dan Karburator Skep
Digadang-gadang menjadi yang pertama diaplikasikan ke kendaraan roda dua di Indonesia. Lebih kompak, stabil, dan ringan.
Suspensi depan teleskopik tipe ‘free valve’ sedangkan belakang swing arm berbentuk bulat ditopang oleh dua buah suspensi. Honda Win turut dilengkapi dengan rak di belakang untuk berbagai keperluan.
Ditawarkan dalam dua varian, Standar dan Semi Trail. Perbedaan ada pada pelek dan sepatbor depan.
Varian standar 17 inci dengan lebar 2.50 dan 2.75 di depan-belakang, sedangkan Semi Trail 18 inci depan dan 17 di belakang dengan lebar 2.50-18 serta 3.00-17 pola trail.
Honda Win
Sepatbor depan varian standar terbuat dari besi dan varian semi trail menggunakan bahan plastik serta terpasang pada posisi high mount di segitiga bawah ala motor trail.
Honda Win dijual di Indonesia dalam kurun waktu 1984 sampai 2005.