Otoseken.id - Toyota Astra Motor (TAM) sebagai ATPM Toyota Indonesia menghadirkan Toyota Kijang generasi keempat pada tahun 1997 lalu.
Kijang generasi keempat menggantikan Kijang sebelumnya yang mengotak kini lebih membulat dan lebih aerodinamis, bentuknya yang seperti kapsul ini menjadi sebutan Kijang Kapsul.
Hadir dengan varian SX, SSX, SGX, Rangga (sasis pendek), dan LX, LSX, LGX, Krista (sasis panjang), serta pilihan bensin dan diesel.
Walaupun umurnya yang sudah tidak muda lagi, namun Kijang kapsul masih memiliki pangsa pasar, artinya masih banyak yang mencari MPV yang sudah berumur lebih dari 15 tahun.
Tapi sebelum membeli, sebaiknya perhatikan bagian-bagian penyakit yang sering dialami Kijang kapsul supaya tidak banyak menguras kantong untuk perbaikan.
Toyota Kijang Kapsul varian standard
Baca Juga: Ini Penyebab Toyota Kijang LGX Boros Bensin Setelah Diisi Pertalite
"Biasanya penyakit-penyakit kijang kapsul di kaki-kaki dan AC yang enggak dingin," Kata Doni, dari Showroom mobil bekas Marno Jaya Motor di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Penyakit mobil-mobil berumur bukan hal yang aneh lagi, bagian kaki-kaki menjadi perhatian, cara mengenali yang paling mudah yaitu melakukan test drive.
Pastikan tidak ada bunyi-bunyi aneh saat dikendarai, rasakan kemudi setir tetap lurus tidak ke mana-mana, dan setir tidak bergetar, serta bantingan tidak keras.
Untuk suspensinya, Toyota Kijang kapsul menggunakan suspensi dual wishbone, dan suspensi belakang tipe leaf spring (per daun).
Bagian kaki-kaki Toyota Kijang Kapsul
Kemudian di pendingin udara, AC yang tidak dingin, mengisi freon saja bukan merupakan solusi, biasanya penyakit AC tidak dingin disebabkan dari kebocoron freon atau dari kompressor AC Kijang kapsul yang sudah tidak optimal.