Salah Perawatan, Biaya Perbaikan Transmisi CVT Makin Bengkak

Selasa, 09 Juni 2020 | 12:50
Tabloid OTOMOTIF

Kerusakan belt atau pully kerap terjadi pada transmisi CVT

Tergantung kondisi dan jenis kerusakan pada transmisinya.

Namun biaya tersebut belum termasuk pergantian komponen transmisinya loh.

Nah pada CVT, penggantian komponen tak seperti matik konvensional.

Baca Juga: Ganti Oli Transmisi CVT Mobil Bekas Gak Boleh Telat, Ini Alasannya, Banyak Yang Jebol

Dok. OTOMOTIF

Penggantian belt umumnya harus sekaligus dengan pulley-nya, tidak bisa hanya salah satu saja.

”Transmisi CVT berbeda dengan matik konvensional, karena komponennya tak bisa diganti satuan,”

”Jadi, kalau sampai rusak harus ganti satu unit CVT utuh,” ujar Subhan Fajar, mekanik Jasmin Motor di Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kerusakan pada belt dan pulley menjadi salah satu komponen yang kerap terjadi pada transmisi CVT.

Kerusakan tersebut umumnya dari cara perlakukan berkendara dan perawatan yang tidak baik.

Contohnya seperti sering berakselerasi mendadak, berhenti lama dengan kondisi masih masuk persneling, telat melakukan penggantian oli transmisi dan sebagainya.

Namun seperti disinggung sebelumnya, penggantian belt dan pulley tak bisa dilakukan sembarangan.

“Karena konstruksinya satu kesatuan utuh, penggatian komponen CVT tak bisa dilakukan terpisah,”

“Pada beberapa kasus kerusakan, terpaksa harus mengganti unit transmisinya utuh,” jelas Agung Saputro, Workshop Manager Honda Megatama, Kalimalang, Jakarta Timur.

Halaman Selanjutnya

Baca Juga: Pilihan Mobil MPV Bekas Transmisi…
Tag

Sumber Otomotifnet.com