Bila saat ini konsumen kerap mendengar nama Tiptronic, Shiftronic, atau apapun yang merupakan fitur untuk mengubah perbandingan gigi layaknya transmisi manual pada trannsmisi matik, dual clutch merupakan sistem berbeda.
Dual Clutch Transmission tidak lagi menggunakan torque converter, melainkan menggunakan kopling.
Dari jenisnya, kopling ini terbagi menjadi dua: wet dan dry. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kopling jenis wet serupa dengan kopling yang ada di motor. Jadi seluruh sistem kopling terendam oleh oli. Keuntungannya, usia pakai kopling menjadi lebih lama dan lebih tahan terhadap suhu yang tinggi berkat adanya oli di sekelilingnya.
Baca Juga: Tips Beli BMW Seri 3 E90 Bekas, Waspadai Bagian Mechatronicnya
Sedangkan tipe dry yang kini diterapkan pada Volkswagen Touran dan Ford Fiesta, memiliki keunggulan pada minimnya gejala slip yang terjadi layaknya transmisi manual.
"Untuk mesin yang memiliki torsi melebihi 250 Nm, tipe kopling yang digunakan adalah wet. Hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya overheat seperti bila menggunakan tipe dry," papar Eko Yulianto, yang pada saat itu menjabat sebagai Technical & Training Manager PT Garuda Mataram Motor.
"Meski di transmisi juga dipasang sensor untuk mendeteksi suhu transmisi sehingga safe mode akan diperintahkan ECU (komputer) untuk menurunkan tenaga mesin secara drastis,” lanjutnya.
Untuk memperbesar efisiensi, Volkswagen telah menambah jumlah perbandingan gigi transmisi DSG-nya dari 6-speed menjadi 7-speed.
Ilustrasi Dual Clutch Transmission
Baca Juga: Transmisi Matik CVT vs AT Konvensional, Mana yang Lebih Baik?
Dengan perbandingan gigi lebih rapat, otomatis perpindahan gigi dapat dilakukan pada putaran mesin lebih rendah lagi.
Sebuah langkah maju untuk mereduksi konsumsi BBM dari teknologi transmisi.