Transmisi Matik CVT vs AT Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Abdul Aziz Masindo - Senin, 18 November 2019 | 15:15 WIB
Ilustrasi Transmisi Otomatis
Dokumentasi
Ilustrasi Transmisi Otomatis

Otoseken.id - Saat Anda membeli mobil dengan transmisi matik, pasti dihadapkan dengan transmisi matik jenis CVT dan AT konvensional.

Baik transmisi matik CVT (Continously Variable Transmission) maupun AT konvensional, basic-nya sama-sama mengandalkan tekanan oli, yang membedakan hanyalah cara kerja teknisnya.

"Prinsip dasarnya semua transmisi matik baik CVT dan AT basisnya tekanan oli, yang membedakan hanya pada pembentukan rasio gigi atau percepatan," Kata Hermas Efendi Prabowo, teknisi senior senior sekaligus pemilik Worner Matik di Bintaro Tangerang Selatan.

Tekanan oli di transmisi matik diatur dari hydraulic control unit yang sekaligus untuk mengontrol kopling.

Jika di mobil manual koling diinjak oleh pengemudi, di transmisi otomatis, Komponen untuk memutus dan menuruskan aliran tenaga ini diatur oleh Torque Conventer.

komponen transmisi torque converter
Ryan
komponen transmisi torque converter

(Baca Juga: Komparasi Toyota Avanza Transmisi Manual dan Otomatis, Mana yang Terbaik?)

Jika artikel sebelumnya sudah membahas perbedaan CVT dan AT konvensional secara teknis, nah kali ini Otoseken membahas kelebihan dan kekurangan antara transmisi CVT dengan AT konvensional. 

Kelebihan dan kekurangan transmisi matik CVT

Kelebihan Perpindahan gigi pada trnansmisi matik jenis CVT yang lebih halus (smooth), ini dikarenakan komponen dari 2 puli dan sabuk baja yang membuat perpindahan gigi secara berkesinambungan. 

Editor : ARSN

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa