Nah, yang bermasalah saat itu adalah O2 sensor yang letaknya paling bawah.
Permasalahan muncul saat mobil sedang dikendarai dengan kecepatan di atas 60 km/jam.
Awalnya mobil melaju mulus tanpa ada keanehan. Namun begitu kecepatan dinaikkan ke 80 km/jam, tiba-tiba putaran mesin seperti agak tersendat.
Baca Juga: Rutin Lakukan Hal Ini, Mobil Bekas Warna Putih Terhindar menguning
Kerak atau deposit pada ujung O2 sensor, dapat mengganggu pembacaan sensor.
Tapi begitu kecepatan dikurangi, problem mesin tersendat tadi hilang dan mobil melaju normal.
Saat itu indikator engine check masih belum berkedip, yang menandakan tidak ada masalah pada sistem di mesin.
Ketika kecepatan coba dinaikkan lagi, gejala nyendat tadi kembali muncul, dan kemudian dibarengi lampu engine check berkedip.
Namun meski lampu engine check menyala, mesin masih tetap beroperasi, sampai akhirnya kami memutuskan pulang karena hari sudah malam.
Nah, keesokan harinya sebelum mobil dibawa ke bengkel untuk diperiksa menggunakan alat scanner, waktu mesin dinyalakan dalam kondisi ingin, saat stasioner putaran mesin kadang-kadang seperti pincang.
Tarikan mobil juga terasa agak ngedrop saat mobil dijalankan.
Dan ketika nyampe bengkel dan discan penyebabnya, fix masalahnya akibat O2 sensor bagian bawah mati.
Begitu diganti baru, semua kendala-kendala yang tadi dialami langsung lenyap hingga sekarang.