Alasannya karena matik konvensional seperti pada Nissan X-Trail T30 ini dipercaya lebih tangguh dan mudah perawatannya dibanding matik CVT di X-Trail generasi berikutnya.
6. Harga Bekas Terjangkau
Terakhir soal harga bekasnya yang sudah terjangkau, yap dengan budget Rp 70 juta saja sudah dapat Nissan X-Trail T30 tipe 2.5 St tahun 2003.Kalau tipe tertingginya yaitu tipe Xt, harga bekasnya mulai dari Rp 80 juta.
Kekurangan:
Dari beberapa kelebihan yang dimiliki Nissan X-Trail T30, ada baiknya kalian juga mengetahui kelemahan dan penyakit Nissan X-Trail generasi pertama ini biar enggak pusing saat merawatnya.1. Konsumsi BBM Boros
Sudah jadi rahasia umum kalau konsumsi Nissan X-Trail T30 tidak bisa dikatakan irit alias boros bahan bakar.Penggunaan di rute dalam kota, Nissan X-Trail T30 2.5 bisa 7-8 km/liter, kalau di rute luar kotanya bisa dapat 10 km/liter.
Namun konsumsi bahan bakar yang boros harusnya terbayar dengan kenyamanan yang ditawarkan Nissan X-Trail T30 ini.
Baca Juga: Spesifikasi Nissan X-Trail Hybrid 2016, Berminat Beli? Simak Dulu
2. Peletakkan Panel Instrumen Tak Biasa
Dasbor Nissan X-trail 2.5 Xt 2007
Peletakkan panel instrumen atau speedometer pada Nissan X-Trail T30 yang ditengah ini memang tidak umum, banyak pengemudi yang masih kikuk dan tak terbiasa dengan peletakkan speedometer di tengah ini.
Hal ini juga sama seperti pada Toyota Vios gen 1 dan gen 2 maupun Yaris bakpao, dimana peletakkan panel instrumennya juga ditempatkan di tengah.
3. Sensor CKP
Selanjutnya ini masalah penyakitnya, Sugianto, Owner bengkel spesialis Nissan Auto Clinic di Harapan Indah, Bekasi mengatakan, sensor CKP (Crank Shaft Position) menjadi penyakit khasnya."Saya jarang menemukan mesin Nissan X-Trail T30 dalam kondisi yang bagus, pasti ada saja perbaikan-perbaikannya," ungkap Ugi.