Otoseken.id - Mobil bekas menjadi pilihan selain membeli mobil baru, konsumen memilih mobil bekas lantaran harga yang jauh lebih murah atau sekedar hobi.
Saat membeli mobil bekas, tidak menjamin kondisi 100% bagus karena mobil bekas pemakaian, namun selama masih dibatas wajar, hal tersebut masih bisa ditoleransi.
Salah satunya saat membeli mobil transmisi matik yang kian populer, sistem transmisi matik lebih kompleks jika dibandingkan transmisi manual yang sederhana.
Transmisi matik umumnya ada 2 jenis yakni matik AT konvensional dan CVT.
Perpindahan rasio gigi di transmisi matik AT konvensional menggunakan gir set yang disusun membentuk planetary gear set.
Transmisi otomatis
(Baca Juga: Tips Beli Mobil Bekas Transmisi CVT, Jangan Sampai Kantong Jebol)
Jika artikel sebelumnya sudah membahas gejala CVT yang bermasalah, nah kali ini Otoseken membahas gejala matik AT konvensional yang bermasalah saat Anda membeli mobil bekas.
Gejala transmisi matik mulai rusak ditandai dengan sistem transmisi yang delay dan tenaga hilang.
"Tanda-tanda atau gejala transmisi bermasalah yaitu transmisi yang delay atau lemot," terang Hermas Efendi Prabowo, teknisi senior sekaligus pemilik Worner Matik di Bintaro Tangerang Selatan.
Gejala atau indikasi selanjutnya tenaga mobil terasa hilang atau berat, dan gigi tidak mau berpindah ke rasio gigi yang semesistanya.
"Kemudian tenaga hilang di kecepatan tertentu, selanjutnya indikasinya mobil hanya jalan di gigi bawah aja, gigi atas enggak mau," lanjut Hermas.
Ilustrasi tuas transmisi otomatis