Mitsubishi Pajero 3.8 V6, SUV Jawara Reli Dakar, Namun Kurang Diminati

ARSN - Rabu, 19 Februari 2020 | 10:54 WIB

Mitsubishi Pajero 3.8 V6 (ARSN - )

Otoseken.id - Di Indonesia, nama Pajero lebih lekat dengan Pajero Sport yang merupakan saingan dari Toyota Fortuner.

Asal tahu saja, mobil tersebut bukan turunan dari Pajero sesungguhnya.

Mitsubishi Pajero merupakan SUV premium yang berhadapan langsung dengan Toyota Land Cruiser.

Tak hanya kental dengan nuansa premium, Mitsubishi Pajero juga dikenal sebagai off-roader yang andal.

Hal tersebut terbukti di Reli Dakar yang telah dimenangi oleh Pajero 12 kali.

Baca Juga : Agar Tak Dikibuli, Begini Trik Membeli Mitsubishi Pajero Sport Bekas

Di Indonesia sendiri, Mitsubishi Pajero terakhir yang beredar merupakan generasi keempat yang memiliki mesin V6 3.828 cc.

Dok. Auto Bild Indonesia
Mesin 3.800 cc V6 terasa bertenaga, namun boros bbm

Secara desain, Pajero tampak lebih tangguh dan gagah dibanding sang adik, Pajero Sport.

Aroma SUV off-road tampak dari ban gambot serta bertenggernya ban serep di luar.

Belum lagi sistem penggerak 4WD canggih Super Select 4WD II (SS4-II ) yang mengiringi transmisi otomatis 5-speed yang dilengkapi mode Sport.

Super Select 4WD II menyediakan empat pilihan, yaitu gerak roda belakang (2WD), 4WD dengan distribusi 33:67 hingga 50:50 untuk poros depan dan belakang (4H).

Belum lagi pengunci diferensial 4WD bagian tengah (4HL) dan 4WD dengan low gear 1,900:1 juga dengan pengunci diferensial (4LL).

Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport Operasi Plastik, Tampang Macho Jadi Elegan, Jadi Alphard Rasa SUV

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium yang mewah tampil dari jok berbungkus kulit berwarna beige dan sistem audio besutan Rockford Accoustic Design yang memanjakan telinga.

Dok. Auto Bild Indonesia
Interior Mitsubishi Pajero 3.8 V6

Sistem ini dilengkapi power amplifier bertenaga 860 Watt, prosesor Digital Signal Processor (DSP), dan kanal 5+1 ala home theater dengan 12 speaker bertaburan di sekujur kabin.

Guna menjaga keselamatan di jalan, berbagai teknologi terkini disematkan di Pajero. Sebut saja Active Stability Control (ASC), Active Traction Control (AT C) dan rem ABS+EBD yang bersinergi dengan Engine Brake Assist Control (EBAC).

Dengan spesifikasi selengkap itu, berbagai medan off-road pun dapat dilalui dengan mudah.

Apalagi dengan torsi berlimpah 336 Nm pada 2.750 rpm yang disemburkan mesin bensin 3.828 cc V6.

Akselerasinya terasa kuat kendati harus ditebus dengan borosnya konsumsi bahan bakar Pajero yang menuntut oktan tinggi.

Di jalan mulus, ayunan suspensi Pajero terasa empuk berkat sistem suspensi independen di seluruh roda.

Tapi saat diajak menikung cepat, ban berdecit dan gejala limbung langsung terasa.

Kendati demikian,Pajero tetaplah off-roader sejati yang layak sebagai teman bermain kalangan berkocek tebal.

Di pasar mobkas, mobil ini cenderung langka dan sulit dicari.

Namun Otoseken menemukan satu unit di salah satu situs jual beli online yang dibanderol Rp 260 juta tahun 2007. 

Agar Tak Dikibuli, Begini Trik Membeli Mitsubishi Pajero Sport Bekas

Kyn/Otomotifnet.com
Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x4

Otoseken.id - Di Indonesia, Big SUV Bekas yang peminatnya banyak ialah Mitsubishi Pajero Sport.

Pajero Sport cukup menjadi daya tarik kala pertama kali meluncur di Indonesia pada 2009.

Punya ground clearance yang tinggi, serta tampilannya yang macho membuat mobil ini menjadi salah satu SUV incaran konsumen.

Kini, harga mobil bekas Mitsubishi Pajero Sport lansiran 2009 sudah cukup terjangkau.

Baca Juga: Di Samarinda Mitsubishi Pajero Sport Cuma Untuk di Pretelin, Dijuluki Bekas Tambang

Mitsubishi Pajero Sport 2009 saat ini dibanderol Rp 200 jutaan.

Nah, kalau kalian berniat membeli Pajero Sport lansiran 2009, Apin, Pemilik Pelita Motor Mitsubishi memberikan beberapa bekal sebelum memboyong mobil ini.

"Yang paling penting mah mesin. Mesinnya dilihat pernah turun gak, misalnya dia overheat, itu kan dia harus turun mesin. Kalau misalnya turun mesin terus diganti sesuai spesifikasinya ya gapapah," ucap Apin.

Tetapi, jika komponen pada mesin diganti dengan 'sembarangan' Apin menyarankan konsumen tak usah membelinya.

Alasannya, biaya penggantiannya nanti cukup membuat kantong jebol.

Selain itu, pengecekan umum seperti mesin, bodi, dan kelistrikan juga harus dilakukan sebelum membeli.

"Kalau mau yakin bisa dibawa ke bengkel resmi atau bengkel spesialis. Kalau ngecek, di sini bisa, biayanya paling Rp 200 ribu," ucapnya.

"Kaki-kakinya dicek, timming belt juga lebih baik diganti juga lah, karena kalau putus biayanya lumayan," jelasnya.

"Timming belt Pajero Sport pakai dua, yang panjang dan pendek, beli dua harganya Rp 700 ribu, original," tutupnya.