Ngoprek Santuy di Rumah, Geber Mobil Bikin Mesin Sehat, Mitos atau Fakta?

ARSN,Radityo Herdianto - Rabu, 8 April 2020 | 18:35 WIB

Ilustrasi geber mesin mobil (ARSN,Radityo Herdianto - )

Otoseken.idAgar mesin sehat dan hemat bahan bakar pemilik mobil harus selalu menjaga putaran mesin rendah.

Tidak sedikit kecenderungan pemilik mobil berpikir geber mesin sampai putaran tinggi akan merusak mesin, atau malah memancing emosi pengendara lain. 

Bukan ngajak ribut atau merusak mesin, sesekali geber mesin mobil ternyata ada bagusnya juga lho Sob.

"Geber mesin mobil di putaran tinggi bisa mengatasi penumpukan kerak kotoran di dalam ruang bakar mesin," ungkap Edwin Dwi Novianto, Service Head Auto2000 Permata Hijau.

Selama proses pembakaran di dalam ruang bakar akan menghasilkan residu karbon dari sisa pembakaran serta bahan bakar yang tidak terbakar sempurna.

Baca Juga: Ngoprek Santuy Benerin Lampu Depan Mobil Bekas Redup, Cek Tiga Bagian Ini

Seiring waktu pemakaian, residu karbon ini bisa lama-lama mengendap dan menjadi kerak kotoran di dalam ruang bakar mesin mobil.

"Kerak kotoran ini kalau sudah cukup banyak biasanya bisa menjadi penyebab gejala ngelitik di mesin mobil saat di putaran rendah," terang Edwin.

Ketika putaran mesin semakin tinggi, tekanan dari kompresi yang dihasilkan juga akan semakin besar bersamaan dengan suhu ruang bakar yang semakin tinggi.

Besarnya tekanan kompresi yang dihasilkan akan memberi dorongan pada kerak untuk keluar dari ruang bakar, juga suhu yang semakin panas membantu pengangkatan kerak yang menempel di material logam seperti dinding silinder atau piston.

Baca Juga: Ngoprek Santuy di Rumah, Ganti Oli Mesin Part Ini Harus Diganti Juga

"Waktu digeber kalau ada asap hitam dari knalpot berarti kerak ikut kebakar dan keluar dari ruang bakar, setidaknya endapan kerak bisa berkurang," ujar Edwin.

Panduan Ganti Aki Mobil, Jenis Kering atau Basah Sah, Hindari Hal Ini

Radityo Herdianto
Aki Mobil NS 40 L

Otoseken.id - Komponen penting untuk menghidupkan mobil yaitu accu atau aki.

Tugas utama untuk menampung listrik yang akan disalurkan kepada komponen-komponen mobil.

Aki terdiri dari beberapa jenis dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Aki mobil terbagi menjadi dua, yaitu aki basah dan aki kering atau bahasa teknisnya Maintenance Free (MF).

Nah, sebenarnya boleh enggak si mengganti jenis aki di mobil?

(Baca Juga: Dampak Kabel Massa Aki Sering Disepelekan, Banyak Yang Belum Tahu)

Apa sih yang harus diperhatikan saat mengganti jenis aki mobil?

Tenang, semua akan dijawab Wory Anggodo, General Repair Astrido Toyota Pondok Cabe Jakarta Selatan.

"Sebenarnya mengganti jenis aki sah-sah saja, namun ada beberapa yang harus diperhatikan, yakni voltase dan ampere dari aki tersebut," ucap Wory.

Untuk voltase pada mobil harus 12 volt, berbeda dengan truk yang bisa mencapai 24 volt.

(Baca Juga: Nissan Elgrand Lawas Rawan Terkena 'Penyakit', Cek 2 Bagian Ini)

Sedangkan untuk ampere yakni kapasitas tenaga listrik yang bisa diterima oleh aki juga harus sama.

Sebagai contoh bila sebelumnya mobil menggunakan aki basah dan ingin menggantinya dengan aki MF, perhatikan voltase dan kapasitas ampere-nya.

Untuk keterangan voltase dan ampere aki umumnya dituliskan di badan aki, ini untuk mengidentifikasi spek aki tersebut.

Selain itu, perhatikan fisik aki itu sendiri.

(Baca Juga: Aki Honda Vario Rawan Masuk Air Saat Banjir? Ini Penjelasannya)

Di mobil-mobil sekarang yang memiliki ruang penyimpanan aki yang sudah disesuaikan oleh aki bawaan pabrik akan sulit mengganti aki dengan ukuran yang lebih besar.

"Umumnya mau aki kering atau basah bila speknya sama kebanyakan produsen aki juga memiliki ukuran yang sama. Misalnya tipe 80D26L atau yang biasanya dikenal seperti NS60L," tambah Wory.

Dan mengganti ukuran kapasitas ampere yang lebih besar atau yang lebih kecil dari spesifikasi bawaan pabrik sangat tidak disarankan.

"Untuk safety terkait kelistrikan sangat tidak disarankan, wajibnya mengikuti spek yang sudah disarankan oleh pabrikan," tutup Wory.