Solenoid Trasnsmisi Matik Toyota Kijang Innova Mulai Bermasalah, Kenali Ciri-cirinya

Abdul Aziz Masindo - Rabu, 16 September 2020 | 17:45 WIB

Ilustrasi Kijang Innova di showroom Simple Auto (Abdul Aziz Masindo - )

Otoseken.id - Toyota Kijang Innova merupakan MPV (Multi Purpose Vehicle) yang favotit, di pasaran mobil bekas mudah ditemui Kijang Innova.

Kijang Innova juga menjadi mobil andalan keluarga, kabinnya yang luas dan nyaman, begitupun dengan durabilitas dan ketersediaan spare parts yang melimpah.

Namun pemilik Kijang Innova transmisi matik atau yang rencana membeli Innova matik bekas, perlu ketahui ciri-ciri atau gejala solenoid transmisi matik Innova mulai bermasalah.

"Kijang Innova matik bisa dikatakan andal, yang sering ditemui itu hanya mati di solenoid saja, kelistrikan," Suprianto alias Ucup dari bengkel Spesialis Matik Rizki Auto di Duren Sawit, Jakarta Timur yang dilansir dari channel Youtube Otoseken yang berjudul "Bedah Problem dan Biaya Perbaikan Transmisi Otomatik".

Baca Juga: Begini Cara Mengetahui Tenaga Toyota Kijang Innova Diesel Loyo

Walaupun solenoid transmisi matik Innova bermasalah, matik Innova mempunyai emergency, nah sistem emergency ini bisa menjadi indikasi atau ciri-ciri solenoid Innova matik mulai bermasalah.

"Kalau solenoid mati, begitu gigi masuk ke D, transmisi langsung start di gigi 3, enggak langsung di 1," ungkapnya.

Untuk mengakalinya, tuas transmisi ditempatkan di L terlebih dahulu, supaya mobil memiliki torsi dan tenaga di awal, begitu sudah mencapai tenaga yang diinginkan, barulah pindah ke gigi D.

Jika sudah ada indikasi atau gejala tersebut, sebaiknya pergi ke bengkel spesialis transmisi untuk dilakukan perbaikan solenoid.

"Untuk perbaikan solenoid Innova matik biayanya kurang lebih Rp 2,5 juta," tutup Suprianto alias Ucup dari bengkel Spesialis Matik Rizki Auto di Duren Sawit, Jakarta Timur.