Periksa juga slang high pressure-nya, bila ditemukan ada rembesan oli, sebaiknya pikir-pikir dulu untuk menebus FD1 jika harga mobilnya di atas pasaran terbawah.
Sebab harga komponen ini ini lumayan mahal sob, kurang lebih sekitar Rp 2,5 jutaan.
"Ada sih yang imitasinya seharga Rp 300 ribuan. Tapi, biasanya jika setir digerakan, suka terdengar bunyi ngik..ngik..," sahut Agus R, punggawa Maju Terus Motor di pasar Palmerah, Jakbar.
Baca Juga: Beli Honda Civic Lawas Generasi 4, Ini Penyakit yang Sering Terjadi
Cek juga kondisi kaki-kakinya. "Untuk mobil di atas 5 tahun, biasanya tie rod, long tie rod, juga sokbreker belakang mulai aus," ujar Bowo, Assistant Manager Honda Bintaro.
Selain itu, untuk Civic FD2, periksa lapisan kulit pada jok di sisi supir maupun penumpang.
Biasanya, karena sering diduduki dan usia pakai, permukaannya akan terlihat pecah-pecah.
Sementara untuk mesin, kedua tipe Civic FD ini relatif tidak ada masalah.
Tapi semua tergantung cara berkendara dan perawatan yang dilakukan pemilik sebelumnya.
Misalnya soal busi, baik pada FD1 maupun FD2, menggunakan tipe laser iridium keluaran NGK.
Busi jenis ini seharusnya long life, bisa tahan minimal 80.000 km.
"Tapi tidak sedikit yang businya sudah menurun kinerjanya belum waktunya, sehingga membuat performa mesin jadi drop dan boros bahan bakar," bilang Awiet Sardjan, punggawa ATS Performance di Sarua, Ciputat, Tangsel.
Ia pernah menemukan kasus seperti ini, dan setelah diusut-usut, ternyata akibat pemilik sebelumnya seering menggunakan bahan bakar bersubsidi.
"Padahal mobil ini kompresinya cukup tinggi dan harus pakai BBM dengan oktan yang agak tinggi," imbuhnya.
Begitu ganti busi baru, lanjut Awiet, langsung tokcer lagi performa.
Kan lumayan tuh harga businya kurang lebih mencapai Rp 1 jutaan per set.Weww…!
Baca Juga: Mau Beli Honda Civic FD Bekas, Mending 1.800 cc atau 2.000 cc? Simak