Beli Mobil Bekas untuk Akhir Tahun, Awas Odometer Dimundurin, Ini Cara Mendeteksinya

Abdul Aziz Masindo - Senin, 27 Desember 2021 | 06:31 WIB

ILUSTRASI odometer mobil bekas (Abdul Aziz Masindo - )

Otoseken.id - Odometer atau jarak tempuh bisa menjadi salah satu tolok ukur mobil bekas yang diincar apakah mobil 'capek' atau tidak.

Tentu saja selain dari odometer, kondisi fisik mobil dan service record juga bisa menjadi penilaian apakah mobil tersebut dirawat atau tidak.

Namun soal odometer, ternyata masih ada oknum pedagang nakal yang memutar odometer untuk membohongi calon konsumen supaya mobil bekas yang dijual terkesan jarang dipakai atau low kilometer.

"Hati-hati jangan gampang tergiur mobil low kilometer, apalagi odometer yang digital, pakai software ga sampai 5 menit odometer diputar, itu penting diketahui calon pembeli mobil supaya enggak ketipu pedagang atau oknum nakal," kata Irawan, Owner showroom Power Auto di BSD, Tangerang selatan.

Baca Juga: Jangan Mau Ditipu, Sebelum Deal Kenali 5 Ciri-ciri Mobil Bekas Banjir

 Irawan memberikan beberapa tips odometer yang asli atau sudah 'diakal-akali'.

"Untuk kondisi interior, bisa perhatikan setir, setir yang sudah botak atau mengkilap, dan grepes tapi kilometer rendah, kita curiga odometer sudah diakali," katanya.

Abdul Aziz Masindo/Otoseken.id
kondisi Mobil low km, bisa dilihat dari kondisi setir

"Selain itu kondisi dasbor yang sudah mulai botak," lanjutnya. 

Bagian yang sering disentuh oleh tangan juga pada bagian shiftknob tuas transmisi, baik berbahan kulit atau plastik, Jika odometer masih rendah katakan 20 ribu kilometer, tapi pada bagian shiftknob sudah halus, kita patut curiga.