Awas Dapat Unit Mesin Capek, Beli Mobil Bekas Odometer Bukan Jaminan

Konten Grid - Selasa, 17 Maret 2026 | 15:46 WIB

Cara mengecek mesin mobil bekas.

Otoseken.id - Saat hendak membeli unit mobil bekas perlu memperhatikan banyak hal, sebelum membayarnya.

Salah satunya adalah, mengetahui kondisi mesinnya jangan sampai mendapatkan unit yang mesinnya capek.

Sebab, membeli mobil bekas dengan kondisi mesin capek alias jam terbang tinggi tentuakan jadi masalah di kemudian hari, ujung-ujungnya biaya perawatan membengkak.

Dwi Wahyu R./GridOto.com
ILUSTRASI. Tombol pengaturan odometer atau display MID untuk mengaktifkan atau mematikan fitu Eco Indicator di Toyota Rush terbaru.

Baca Juga: Odometer Digital Mobil Bekas Direset Bisa Ketahuan, Begini Tipsnya

Abdurochim Irwandi, selaku pemilik showroom mobil seken Anda Mobilindo, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan menjabarkan cara cek kondisinya.

"Pertama bisa dilihat dari kesesuaian odometer dengan usia mobil, pakai patokan interval servis berkala pabrikan mobil per tahun 10.000 km sampai 20.000 km," buka Abdurochim.

Jika usia mobil 5 tahun, jarak tempuh mobil berkisar di antara 50.000 km sampai 100.000 km setidaknya pemakaian masih normal.

Kalaupun di bawah itu, bisa dicek lewat servis record apakah perawatan berkala interval waktu tetap rutin dilakukan atau tidak.

Namun usia tinggi dengan jarak tempuh rendah juga tidak bisa dijadikan jaminan bukan mobil mesin capek.

Lalu patokan apa lagi yang bisa digunakan?

"Banyak yang suka ragu, jadi bisa langsung kondisi cek pedal rem mobil," papar Abdurochim.

"Khususnya unit mobil dari kota besar, karet pedal rem cepat botak meskipun jarak tempuh rendah," imbuhnya.

Baca Juga: Tampak Mulus Padahal Full Dempul, Gini Cek Body Mobil Bekas yang Benar

Radityo Herdianto / GridOto.com
Pedal Gas, Pedal Rem, dan Pedal Kopling di Mobil Bekas yang Harus Dicek

Menurut Abdurochim, penyebabnya dari mobil yang sering kena macet terus menginjak pedal rem.

Jadi jarak tempuh tidak sesuai dengan jam kerja mesin yang terus menyala dalam kondisi diam.

"Ini juga bisa jadi indikasi odometer reset, jadi perlu hati-hati," tutup Abdurochim.

YANG LAINNYA