Jika kondisinya masih normal, tuas akan berpindah dengan mudah.
Tidak muncul entakan yang keras.
Andai muncul entakan keras, selain karena ada kerusakan pada komponen seperti mekanisme internal dari tuas, juga bisa terjadi akibat ECU yang rusak.
Mobil ini jelas perlu dihindari karena tingginya biaya untuk reparasi transmisi maupun mengganti ECU tidak jauh berbeda.
3. Anda juga dapat merasakan jeda waktu yang muncul sejak tuas dipindahkan hingga transmisi memberi respons.
Baca Juga: Sebelum Menyesal, Ketahui 5 Fakta Mobil Matik CVT Bekas Ini, Simak
Dalam kondisi normal, jeda waktu tak lebih dari 2 detik.
4. Transmisi otomatis memiliki beberapa perbandingan gigi.
Sebaiknya Anda menguji responsnya ketika melaju dari semua tingkat percepatan itu.
Pastikan respons ketika Anda melakukan kickdown dengan cara menginjak penuh pedal gas berlangsung cepat.
5. Transmisi CVT tidak mengalami perpindahan gigi berkat penerapan dua buah puli yang terhubung dengan belt.
Jika Anda tidak merasakan kehalusan ketika berakselerasi, maka bisa dipastikan transmisi itu sudah bermasalah.
6. Coba pindahkan tuas ke L atau 1, lalu jalankan mobil hingga 3.000 rpm.
Pada kondisi transmisi masih normal, rasakan bila ada getaran bodi yang berlebihan.
Baca Juga: Ciri Transmisi Mobil Matik Overheat, Caranya Gampang Banget
7. Untuk menguji slip, Anda dapat mengendarainya mobil melewati jalan menanjak.
Jika masih normal, slip yang terjadi sangat minim.
Jika Anda mendapati putaran mesin naik tapi tidak selaras dengan pertambahan kecepatan, maka transmisi sudah mengalami slip.
Jika slip sudah berlebih, mobil pun sulit untuk menanjak.