Otoseken.id - Di pasaran mobil bekas, tidak sedikit yang menydiakan pilihan mobil dengan transmisi matic.
Kalau sobat Otomania berminat membeli mobil bekas matic, membutuhkan ketelitian tinggi.
Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan kondisi transmisi matic yang masih bagus.
Sebab jika sudah mengalami masalah, biaya perbaikan transmisi matic mobil bekas bisa cukup mahal.
Supriyanto atau akrab disapa Ucup dari bengkel spesialis transmisi matik Rizki Automatic menjelaskan beberapa gejala di transmisi matik mobil bekas yang bermasalah.
"Untuk cek transmisi matic mobil bekas bisa dilakukan dengan merasakannya secara langsung saat mulai berjalan dan dari visual," buka Ucup beberapa waku lalu.
Baca Juga: Sebelum Menyesal, Ketahui 5 Fakta Mobil Matik CVT Bekas Ini, Simak
"Saat mencoba memasukkan tuas persneling ke posisi D rasakan apakah ada entakan atau tidak, bila ada entakan cukup terasa berarti ada komponen yang mulai bermasalah," tambah Ucup yang bengkelnya ada di Jl. Pulogebang, Jakarta Timur.
Entakan saat tuas persneling dimasukkan ke D diakibatkan solenoid valve yang tidak sempurna bekerja.
Sehingga saat gigi transmisi berpindah tidak pas sehingga terasa ada entakan.
"Saat berjalan juga bisa dicek, kalau ada delay terutama pada saat mesin masih dingin berarti seal karet transmisi matik biasanya sudah mulai getas dan longgar," bebernya.
Baca Juga: Daftar Mobil Matik Bekas Harga Dibawah Rp 120 jutaan, Tinggal Milih
Kalau secara visual, mobil matic bisa dilihat apakah ada kebocoran oli transmisi.
Perhatikan di balik kap mesin terutama bagian transmisi, bila ada rembesan oli berarti sil sudah mengalami kebocoran sehingga oli transmisi keluar.
"Kalau kerusakan transmisi matic sudah parah, sebaiknya jangan dibeli atau siapkan uang untuk memperbaikinya," tutup Ucup.
Baca Juga: Akibat Oli Transmisi Mobil Matik Overheat, Bikin Kuras Isi Dompet