Masuknya oli ke ruang bakar mesin biasanya disebabkan oleh ring piston yang aus atau baret pada boring piston.
Baca Juga: Cara Cek Kondisi Mesin Mobil Bekas, Jika Ada Gejala Ini Harus Waspada
2. Mesin Pincang Akibat Busi Berkerak
Mesin pincang dapat dirasakan ketika performa mesin mengalami penurunan, suara mesin yang aneh, brebet saat berakselerasi, serta penurunan rpm di putaran mesin tinggi.
Salah satu penyebab mesin pincang adalah busi yang tak lagi bekerja atau mengalami penurunan percikan api.
Hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh adanya kerak yang menumpuk akibat oli mesin yang naik hingga ke busi.
"Sebelum busi sampai berkerak, bisa dicek ketika ada penurunan performa signifikan. Jika saat busi dicek ternyata basah oleh oli, berarti ada kebocoran di ruang bakar," terang Hermanto.
Baca Juga: Pantas Mesin Mobil Diesel Loyo, Ternyata Ini 5 Faktor Penyebabnya
3. Level Oli Yang Berkurang Drastis
Mesin yang sudah 'memakan' oli juga dapat dilihat dari jumlah oli yang berada di mesin.
Anda dapat mengeceknya dari dipstick untuk melihat level oli, apakah sudah melewati ambang batas minimal atau belum.
4. Suhu Mesin Cenderung Panas
Selain kerusakan pada sistem pendinginan, suhu mesin yang kerap berada di batas overheat bisa menandakan adanya kebocoran kompresi.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh packing kepala silinder yang sudah getas.
Sehingga air radiator terus berkurang karena masuk ke ruang bakar dan pada akhirnya membuat suhu mesin lebih panas bahkan berisiko besar mengalami overheat.
Jika mobil bekas yang dipilih sudah mengalami gejala-gejala tersebut, bisa jadi indikasi mesin harus overhaul.
Pikirkan lagi jika ingin membelinya.
Baca Juga: Waduh, 4 Hal Ini Bikin Mesin Mobil Overheat, Awas Bisa Turun Mesin