Waduh, Ada Busa Putih Pada Dipstick Oli Mesin Mobil Bekas? Ini Sebabnya

Konten Grid - Rabu, 29 April 2026 | 12:03 WIB

Arti tanda bercak putih berbusa pada dipstick oli mesin mobil

Otoseken.id – Saat ingin membeli mobil bekas, pastikan mengecek dengan detail sampai ke mesin dan indikator-indikator, salah satunya oli mesin.

Ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengetahui volume dan kondisi oli mesin pada mobil.

Yakni dengan cara mencolokkan dipstick, dari situ akan ketahuan kondisi serta jumlah volume oli mesin mobil.

Pengecekan tersebut wajib dilakukan secara rutin oleh setiap pemilik mobil, lebih baik jika dilakukan saat pagi hari sebelum memanaskan mesin.

Namun, pernahkah melihat ada seperti busa berwarna putih seperti susu dengan sedikit berbusa yang menempel pada dipstik oli mesin tersebut ditarik keluar?

Apa yang sebetulnya terjadi?

Disampaikan oleh Samsudin, National Technical Advisor Astra Peugeot pada saat itu.

"Jika terdapat busa putih seperti susu pada dipstick, itu pertanda oli tercampur dengan air," buka Samsudin.

Baca Juga: Waduh, Oli Mesin Mobil Bekas Sering Berkurang? Bisa Bikin Dompet Tipis 

Ia mengatakan, hal tersebut bisa terjadi akibat banyak hal.

Mulai dari kerusakan packing cylinder head, cylinder head bengkok, retak pada dinding water jacket, kerusakan pada plug coin, hingga kerusakan pada oil cooler.

Kerusakan-kerusakan tersebut menyebabkan coolant dapat masuk ke dalam sistem oli mesin.

Jika masalah-masalah serius tersebut sudah terjadi, Samsudin mengatakan lebih baik melakukan overhaul mesin untuk memperbaikinya.

Lalu, apakah sebetulnya kerusakan-kerusakan tersebut bisa kita hindari?

"Salah satunya selalu gunakan coolant untuk air radiator atau pendingin," jawab Samsudin.

Hal ini disebabkan karena cairan coolant didesain untuk menghindari korosi pada mesin yang merupakan biang terjadinya kebocoran.

Baca Juga: Ada Tetesan Oli Mesin Dikolong Mobil? Segera Cek Komponen Ini Dulu 

Selain itu, jangan pula memaksakan mobil berjalan ketika mesin mengalami panas berlebih (overheating).

Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada komponen mesin, salah satunya cylinder head.

"Jika sudah ada indikasi akan overheat, lebih baik jangan dihidupkan mesinnya," tutup Samsudin.

YANG LAINNYA