Otoseken.id - Muncul anggapan jika membeli mobil bekas dengan pemakai wanita akan lebih bagus.
Anggapan tersebut karena mobil bekas pemakai wanita akan lebih rapi dengan jarak tempuh yang relatif pendek atau lebih sedikit.
Namun benarkah dengan anggapan yang muncul tersebut?
Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih menjelaskan pada saat itu.
Gender seseorang tidak bisa menjadi patokan bagus tidaknya kondisi mobil bekas yang dijual.
"Itu zaman dulu, kuno itu," kata pria yang akrab disapa Herjanto ini saat dihubungi oleh tim GridOto.com.
Baca Juga: 7 Mobil Bekas Buat Keluarga Harga Miring, Ada Avanza Hingga Ertiga Tahun Muda
"Ya tidak seperti itu (jadi patokan), namun tidak menutup kemungkinan juga bahwa itupun benar," sambungnya.
Herjanto menambahkan, justru banyak ditemukan kalau mobil bekas pemakaian perempuan lebih rusak, jika dibandingkan dengan pemakaian bekas pria.
"Kenapa? Logiknya perempuan itu kan pada dasarnya enggak mau tahu masalah mobil, yang penting kan bisa jalan. Nah, kalau dasarnya itu ya gimana gitu, pasti biasanya enggak sebaik pria," ungkap Herjanto lagi.
"Namun enggak semua pria juga mau tahu (kondisi mobilnya) dan tidak juga semua wanita tidak tahu atau tidak memperhatikan kondisi mobilnya. Tapi kebanyakan biasanya ditemukan seperti itu," imbuhnya.
Baca Juga: Wajib Dicermati, Inilah 4 Tanda Mesin Mobil Bekas Harus Overhaul
Lebih lanjut, Herjanto menjelaskan bahwa ada empat hal yang harus atau wajib diperhatikan seseorang dalam membeli mobil bekas.
Umumnya, lakukan pengecakan dahulu pada bagian eksterior, ruang mesin, pengetesan jalan, serta kelengkapan surat-suratnya agar tidak menyesal pada saat membelinya.
"Bodi mulus, mesin bagus, kaki-kaki bagus, sama surat-surat lengkap. Keempat itu harus tahu dan tidak bisa salah satu, sebaiknya," papar Herjanto.
"Tapi balik lagi kan orang itu masalah budget, harus ada yang dikorbankan. Tapi kalau baru pertama punya mobil yang penting mesinnya harus bagus, kalau enggak repot tuh mogok lagi-mogok lagi," tutupnya.