Otoseken.id - Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap beberapa nilai mata uang negara lain, salah satunya dolar Amerika Serikat menimbulkan keprihatinan di berbagai sektor ekonomi, termasuk industri otomotif.
Pada perdagangan terakhir, rupiah menutup di angka Rp 17.712 per dolar AS (19/5/2026), yang merupakan salah satu level terendah dalam beberapa waktu terakhir.
Apakah berpengaruh terhadap harga mobil bekas?
Meskipun kondisi nilai tukar tersebut menjadi perhatian, pelaku usaha mobil bekas menilai bahwa belum ada kenaikan harga kendaraan second di pasar.
Menurut Thung Andi Supriadi, pemilik Rendani Mobil, pelemahan rupiah ini belum secara langsung berdampak pada harga jual mobil bekas.
Baca Juga: Cara Mudah Mengetahui Mobil Bekas Rutin Ganti Oli Atau Enggak
Namun, kondisi ekonomi yang memburuk akibat pelemahan nilai rupiah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat secara umum.
Secara tidak langsung, pelemahan rupiah berkontribusi terhadap melemahnya daya beli masyarakat.
Hal ini tentu memengaruhi aktivitas bisnis di berbagai sektor, termasuk industri otomotif.
Penurunan daya beli dapat menyebabkan permintaan terhadap kendaraan bekas mengalami stagnasi atau bahkan penurunan, meskipun harga belum mengalami perubahan signifikan.