Awas! Langsam Mesin Kekecilan Bisa Bikin Komponen Ini Jadi Rusak

Arseen - Sabtu, 13 April 2019 | 13:10 WIB
Ilustrasi mengubah langsam motor
Otomotifnet
Ilustrasi mengubah langsam motor

Otoseken.id - Motor bertransmisi otomatis alias matic, memiliki langsam yang cukup tinggi.

Lebih tinggi dari motor-motor bebek atau sport yang di angka 1.400 rpm.

Salah satunya Honda Vario series putaran mesin langsamnya 1.700-1.800 rpm.

Tapi memang langsam motor matic dibuat lebih tinggi dari motor bebek atau sport.

Baca Juga : Ajaib! Cuma Modal Cairan Ini, Rem Cakram Dijamin Nggak Macet Lagi

"Karena mesin motor matic bekerja lebih keras dari motor sport atau bebek, makanya langsam harus dibuat lebih tinggi," bilang Endro Sutarno Technical Service Division PT. Astra Honda Motor (AHM).

Contohnya seperti area CVT yang mengharuskan langsam motor bekerja lebih tinggi.

"CVT itu lebih berat kerjanya dari sistem penggerak rantai di bebek atau sport," tambahnya.

Tapi banyak pengguna yang mengubah langsam motor matic jadi lebih kecil.

Baca Juga : Waduh, Begini Efek Motor Sering Kehujanan dan Kepanasan

Dengan alasan agar bensin menjadi lebih irit.

Lalu bagaimana efeknya ke motor matic jika langsam diubah-ubah.

Tentu akan ada part yang rusak atau tidak bisa bekerja maksimal.

Salah satunya adalah aki yang mudah tekor.

"Kalau langsam diutak-utik jadi lebih rendah maka generator untuk menghasilkan tegangan yang dikirim ke pengisian aki bakal lebih kecil," terangnya.

Baca Juga : Waspada! Agar Nggak Putus di Jalan, Yuk Deteksi Kerusakan V-belt Motor Matic

"Sementara mesin dan lampu menyala terus berarti aki bisa cepat rusak karena pengisian terlalu kecil sementara daya yang dikeluarkan aki besar," tambah Endro lagi.

Belum lagi oli mesin tidak bisa bersikulasi dengan baik.

Bisa merusak area mesin juga tuh.

"Kalau langsam dikecilin pompa oli akan menyemburkan oli ke kepala silinder lebih sedikit, bisa merusak noken as, klep, pelatuk dan shim tappet karena minimnya semburan oli," wah ngeri ya.

Editor : Arseen
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X