Otoseken.id - Sobat Otoseken kepincut mobil bekas asal Eropa dan ingin meminangnya?
Kalau iya, tim Otoseken ada beberapa tips yang mesti diperhatikan.
Pasalnya, saat membeli mobil bekas asal Eropa ada satu hal penting yang wajib dicek dengan seksama, yaitu kelistrikan.
Di mata konsumen, mobil bekas asal Eropa identik rentan masalah kelistrikan.
Biasanya masalah kelistrikan mobil Eropa timbul setelah masa garansi usai.
Baca Juga: Toyota Innova V Bekas Tahun 2004, Kilometer Jalan 108 Ribu Dijual Murah Banget
Paling utama yang mesti diperhatikan saat membeli mobil bekas asal Eropa adalah aki.
Kalau di mobil Jepang, aki tak menimbulkan masalah kecuali saat soak, di mobil Eropa berbeda.
Kondisi aki mesti prima, terutama arus dan voltasenya.
Walaupun masih bisa untuk start, aki yang sudah melemah menyebabkan arus tidak stabil dan ini bahkan bisa merusak komputer mobil.
Baca Juga: Tarif Perhari Cuma Segini, Toyota Innova Rental Jadi Rebutan Libur Akhir Tahun
Jenis aki yang disarankan adalah aki kering alias free maintenance.
Boleh saja memakai aki basah, tapi Anda mesti sering mengecek level air di dalam aki.
![Tanda indikator cek engine](https://imgx.gridoto.com/crop/60x33:540x302/700x0/photo/2019/05/27/4035941938.png)
Hal kedua, bila ada indikator menyala di instrumen, segera periksakan ke bengkel resmi atau spesialis.
Rata-rata kerusakan bisa ditangani dengan mudah bila segera dikonsultasikan ke bengkel resmi atau spesialis.
Baca Juga: 6 Pilihan Mobil Mewah Yang Bisa Disewa, Harga Mulai Rp 275 ribu
Namun di samping masalah-masalah itu, ada yang sedikit melegakan bagi pemilik mobil Eropa.
Rata-rata pabrikan Eropa menyediakan suku cadang lengkap walaupun mobilnya berusia 20 tahun lebih.
Terpenting adalah tahu nomor sasisnya, maka nomor suku cadang dengan mudah didapat dan bisa langsung dilakukan pemesanan.
Editor | : | ARSN |
Sumber | : | GridOto.com |
KOMENTAR