Fakta Atau Hoax? Mobil Terobos Banjir Berisiko Turun Mesin Daripada Mobil Terendam

Abdul Aziz Masindo - Kamis, 23 Januari 2020 | 09:24 WIB
Mobil yang terobos banjir di Bandung
Instagram/@fakta.indo
Mobil yang terobos banjir di Bandung

Otoseken.id - Banjir di awal tahun berimbas pada mobil yang ikut terendam banjir, air yang masuk ke dalam mesin mobil dapat menimbulkan kerusakan.

Namun menerobos banjir lebih berisiko timbul kerusakan yang parah di mesin mobil daripada yang hanya terendam banjir.

"Biasanya air masuk ke mesin melalui dipstick oli dan air intake, selama mesin dalam posisi tidak aktif, risiko kerusakan yang fatal itu sangat jarang," buka Sarudin, Kepala Bengkel Astrido Daihatsu Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Mobil yang menerobos banjir bisa timbul gejala water hammer sehingga perlu dilakukan overhaul atau turun mesin.

Kondisi mesin Toyota Kijang Innova yang terendam banjir
Abdul Aziz Masindo/otoseken.id
Kondisi mesin Toyota Kijang Innova yang terendam banjir

(Baca Juga: Mobil Bekas Kebanjiran Dijual Murah, Pedagang Mobkas di Bekasi: Ogah, Takut Ketahuan!)

Gejala water hammer merupakan kondisi mesin yang kemasukan air banjir, air masuk ke ruang pembakaran dan mengganggu kerja piston.

"Gejala water hammer kalau yang masih ringan hanya ganti connecting rod (setang piston), karena connecting rod-nya bengkok," terang Sarudin.

"Selain bengkok, water hammer juga bisa bikin piston mesin bolong atau hancur dari banyaknya debit air yang terkompresi, akibat dari pergerakan piston yang tidak presisi karena adanya benda asing atau air," lanjut Sarudin.

Sementara mobil yang hanya terendam banjir, tidak sampai dilakukan overhaul atau turun mesin.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : ARSN

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa