Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

mobil bekas

Penyebab Oli Mesin Mobil Bekas Sering Kurang, 2 Hal Ini Biangnya

ARSN,Ryan Fasha - Jumat, 30 Oktober 2020 | 13:53 WIB
Ilustrasi oli mesin berkurang
Dwi Wahyu R./GridOto.com
Ilustrasi oli mesin berkurang

Otoseken.idDi mesin mobil bekas yang jam terbangnya tinggi, sering kali mengalami masalah berkurangnya volume mesin.

 

Biasanya ini terjadi ketika oli mesin setelah beberapa lama dipakai, saat dicek melalui dipstick volumenya berkurang.

Oli mesin yang berkurang ini ternyata bisa disebabkan oleh keausan komponen internal mesin.

Bila hal ini didiamkan terus akan menimbulkan masalah serius pada mesin mobil.

 

Baca Juga: Cara Mudah Mendeteksi Adanya Sludge Oli di Mesin Mobil Bekas

Salah satu penyebab berkurangnya oli mesin adalah keausan pada ring piston dan sil klep.

Ilustrasi ring piston yang sudah aus
Ryan Fasha/GridOto.com
Ilustrasi ring piston yang sudah aus

"Benar sekali, oli mesin yang berkurang saat dicek itu bisa disebabkan dari ring piston dan sil klep yang memang sudah tidak layak," buka Apre, Kepala Mekanik AP Speed.

"Ring piston yang terus menerus mengalami gesekan dengan liner silinder akan melemah sehingga oli mesin yang ada di blok silinder tidak tersapu bersih," tambah pria yang bermarkas di Jl. Hankam Raya, Bekasi.

Alhasil, oli mesin tersebut ikut terbakar dan bisa mengurangi volume pelumas di dalam mesin.

Baca Juga: Ini Resiko Oli Mesin Yang Berkurang Ditambah Oli Baru di Mobil Bekas

Oh ya, oli mesin yang ikut terbakar secara halus di ruang bakar kadang tidak menimbulkan kepulan asap putih di knalpot.

Begitu juga dengan sil klep yang sudah getas atau tidak elastis lagi.

Ilustrasi seal klep
https://picclick.com
Ilustrasi seal klep

"Kondisi sil klep bila mobil sudah lama digunakan wajar akan mengalami getas," sebutnya.

Oli mesin bisa masuk ke ruang bakar melalui celah sil klep dengan batang klep.

"Solusinya agar oli mesin tidak berkurang lagi adalah dengan mengganti sil klep dan ring piston," bebernya.

"Namun, kalau linder silinder sudah aus lebih baik ukuran piston dinaikkan atau oversize agar celah liner dengan ring piston kembali rapat," tutup Apre.

 

Ini Resiko Ganti Oli Mesin Mobil Bekas di Luar Kode SAE Pabrikan

Otoseken.id - Banyak beredar jenis oli berbagai jenis tingkat kekentalan oli alias kode Society Of Automotive Engineer (SAE) di pasaran.

Setiap pabrikan memiliki spesifikasi oli untuk mobil buatannya, terutama tingkat kekentalan (kode SAE) yang mengikuti kebutuhan mesin.

Ilustrasi mengisi oli mesin
Ilustrasi mengisi oli mesin

Oli mesin tersebut pastinya bisa melumasi komponen di dalam mesin dan memberikan perlindungan maksimal serta mampu meredam panas.

Namun, banyak pemilik mobil coba-coba mengganti oli mesin di luar spesifikasi kode SAE rekomendasi pabrikan.

Baca Juga: Ini Gejala Kerusakan di Mesin Mobil Bekas Yang Jarang Dipanaskan

Ilustrasi membuang oli mesin dengan membuka baut pembuangan oli atau drain plug
automotivesupercenter.com
Ilustrasi membuang oli mesin dengan membuka baut pembuangan oli atau drain plug

Ini tindakan berisiko karena bisa membuat mesin bermasalah.

"Kalau mengganti oli mesin itu sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan karena itu semua sudah dianalisa," buka D. Wahyu Bawono, Business Development Manager PT Pana Oil Indonesia.

"Pabrikan pastinya sudah memberikan toleransi berapa kekentalan yang bisa digunakan," tambahnya.

Bila memang spesifikasi oli yang digunakan terlampau jauh maka bisa menimbulkan masalah.

Baca Juga: Penyebab Mobil Bekas Bisa Gagal Lolos Uji Emisi Gas Buang, Ini Biangnya

Semisal menggunakan oli mesin jauh lebih kental bisa menyebabkan mesin mudah panas.

Panas berlebih ini diakibatkan oli mesin lama menjangkau bagian-bagian yang sempit.

"Oli enggak mampu meredam gesekan yang menghasilkan panas sehingga mesin menjadi mudah panas," sebutnya.

Pun demikian dengan penggunaan oli mesin yang jauh lebih encer.

Baca Juga: Pentingnya Kalibrasi Mesin Mobil Diesel Common-rail Secara Rutin

Misalnya rekomendasi pabrikan menggunakan spesifikasi oli 15W-40 lalu dipaksakan menggunakan oli 0W-20 maka mesin juga bisa bermasalah.

"Biasanya kalau jauh lebih encer bikin gesekan semakin tinggi yang menyebabkan bunyi si dalam mesin lebih terdengar," tutup Bawono.

Editor : ARSN
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa