Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Mobil Terendam Banjir, Lakukan 4 Cara Ini Biar Enggak Makin Fatal

Abdul Aziz Masindo - Minggu, 21 Februari 2021 | 18:30 WIB
Ilustrasi mobil Honda CR-V setelah terendam banjir
Harun/GridOto.com
Ilustrasi mobil Honda CR-V setelah terendam banjir

Otoseken.id - Banjir di beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya membuat mobil-mobil ikut terendam banjir, namun penanganan yang salah bisa menyebabkan kerusakan yang fatal.

"Mobil habis terendam banjir jika salah penanganannya bisa berakibat fatal," tekan Fajar Rudi, dari bengkel Auto Teknik di Sangiang Tangerang, Banten (21/2/2021).

Mobil setelah terendam banjir, biar enggak salah penanganan dan berisiko timbul kerusakan fatal, sebaiknya lakukan 4 hal ini:

1. Matikan mesin kendaraan

Menurut Fajar, cara pertama ketika mobil habis terendam banjir jangan sekali-kali menghidupkan mesin, sebab bisa berpotensi mengalami kerusakan pada ECU dan elektrikal lainnya.

Baca Juga: 5 Cara Periksa Mobil Bekas Banjir dari Interior, Jangan Sampai Tertipu

"Mobil yang habis terendam banjir jangan langsung hidupkan mesin, berisiko ECU mobil bisa kena, ketika mesin hidup ECU akan bekerja," katanya.

Selain itu, jika air masuk ke dalam ruang pembakaran, ketika menghidupkan mesin berisiko merusak komponen yang ada di dalam mobil, dampak parahnya bisa kena gejala water hammer.

2. Lepas konektor aki mobil

Lepas konektor aki mobil ini untuk meminimalkan terjadinya korsleting.

"Supaya meminimalisir terjadinya korslet, sebaiknya lepas konektor aki, lepas bagian negatif dulu, baru yang positif," ujarnya.

Menurutnya, dengan cara melepas konektor aki, tidak ada komponen elektrikal yang terhubung arus listrik.

"komponen kelistirikan bisa rusak biasanya karena korslet, tapi kalau enggak ada korslet, kemungkinan bisa diselematkan setelah dibongkar dan dibersihkan dari lumpur ya," lanjut Fajar.

Baca Juga: Mobil Terobos Banjir Berisiko Turun Mesin Daripada Hanya Terendam, Ini Alasannya

3. Periksa kondisi oli mesin dan oli transmisi

Langkah selanjutnya periksa kondisi oli mesin dan oli transmisi melalui dipstick oli.

Jika kondisi oli mesin maupun oli transmisi berwarna putih krem atau putih kecoklatan artinya oli sudah terkontaminasi dengan air.

"Air bisa masuk melalui dipstick oli, bagian dipstick oli kan emang enggak begitu rapat, tapi bisa juga melalui saluran udara atau air intake," Katanya.

4. Lakukan penangan lebih lanjut di bengkel

Fajar menyarankan untuk periksa lebih lanjut ke bengkel menggunakan towing untuk penangan lebih lanjut dan mendeteksi komponen apa saja yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

"Penganan lebih lanjut sebaiknya periksa ke bengkel, di daerah Regensi dan Grand Tomang sini memang langganan banjir, biasanya (komponen) yang sering kena bagian alternator dan power steering elektrik," tutup Fajar Rudi dari bengkel Auto Teknik di Sangiang Tangerang.

Editor : Iday

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa