Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

rem mobil

Ini Resiko Membubut Piringan Cakram Mobil Bekas Terlalu Tipis

ARSN - Jumat, 2 April 2021 | 11:15 WIB
cek permukaan piringan cakram
Ryan/GridOto.com
cek permukaan piringan cakram

 

Otoseken.id - Seiring pemakaian waktu dan penggunaan kampas rem yang memiliki kualitas yang jelek akan membuat permukaan piringan cakram akan tidak rata atau bergelombang.

Awas, jangan disepelekan karena piringan cakram di mobil berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan.

Piringan ini akan terus bergesekan dengan kampas rem saat pedal rem diinjak.

Selain penggunaan kampas rem yang kurang bagus, komponen rem yang tidak di rawat secara berkala juga akan membuat piringan rem cakram tergerus.

Baca Juga: 2 Cara Mengatasi Rem Cakram Mobil Bekas Yang Bergetar Hebat

Ini diakibatkan oleh kotoran dan pasir halus yang menempel di kampas rem.

gunakan kampas rem dengan kualitas bagus
Ryan/GridOto.com
gunakan kampas rem dengan kualitas bagus

Nah, solusinya bisa dengan cara membubut piringan rem cakram untuk mengembalikan kondisinya rata kembali.

"Bisa kok diperbaiki dengan membubut piringan cakram biar rata lagi, namun haram hukumnya kalau piringan cakram terlalu tipis," tegas Ugie pemilik dari bengkel Auto Clinic di Pusat Otomotif Sentral Harapan Indah (POSH) blok F.26 Sentra Bisnis Harapan Indah, Bekasi.

Lho kok kenapa enggak boleh bubut cakram yang terlalu tipis?

Baca Juga: Ciri-ciri Komponen Ini Aus di Rem Cakram Mobil Bekas, Ada Bunyi Besi Beradu

Ini berhubungan dengan faktor keamanan.

Seperti yang kita ketahui, membubut itu berarti menipiskan permukaan untuk membuat piringan cakram kembali rata.

Piringan cakram yang bergesekan dengan kampas rem akan menimbulkan panas yang luar biasa.

Suhu rem cakram saat mobil saat digunakan bisa diatas 100 derajat Celsius.

Baca Juga: Jangan Ngasal Pilih Kampas Rem Cakram Mobil, Ini Bahaya Yang Mengintai

Bila piringan cakram terlalu tipis, bukan tidak mungkin akan membuat piringan cakram melengkung.

"Ini sangat berbahaya dan rem bisa rusak, ujung-ujungnya rem bisa tidak berfungsi maksimal," tambah Ugie saat ngobrol bareng GridOto.com.

Bila sudah terlalu tipis, Ugie pun menyarankan untuk mengganti dengan part yang baru.

"Dan pastikan gunakan kampas rem yang berkualitas dan selalu mengecek secara berkala semua komponen rem," tutup Ugie.

Penyebab Pedal Rem Mobil Bekas Jadi Ngebagel atau Keras Saat Diinjak

Otoseken.id - Tiba-tiba pedal rem mobil kesayangan jadi ngebagel atau keras? Kenali penyebabnya nih.

Pedal rem yang menjadi keras saat ditekan bisa menjadi indikasi adanya kerusakan pada sistem pengereman mobil.

Ilustrasi Injak Pedal Rem Mobil
www.toyota.astra.co.id
Ilustrasi Injak Pedal Rem Mobil

Kalau pedal rem diinjak terasa keras tentu cukup berbahaya karena bisa mengganggu kerja rem mobil, bahkan rem blong.

"Paling sering terjadi karena adanya penyumbatan di dalam booster rem dan di brake vacuum hose atau slang vakum rem mobil," tutur Heri, kepala mekanik bengkel spesialis Toyota Sejati Motor, Blok M saat dihubungi GridOto.com.

Baca Juga: Pedal Rem Mobil Bergetar Saat Diinjak? Ini Beberapa Penyebabnya

Penyumbatan pada slang vakum rem mobil terjadi karena adanya kotoran yang ikut terisap masuk.

Tekanan udara yang mengalir di dalam slang vakum didapatkan dari pompa vakum yang mengisap udara dari intake manifold.

"Kotoran yang ikut masuk lama-lama bisa menyumbat klep yang mengatur bukaan tekanan udara," terang Heri.

Ilustrasi Selang Booster atau Selang Vakum Rem Mobil
grimmermotors.co.nz
Ilustrasi Selang Booster atau Selang Vakum Rem Mobil

Efeknya saat pedal rem diinjak tekanan udara tertahan di klep selang vakum dan pedal rem terasa keras.

Baca Juga: Cara Mudah Merawat Rem Mobil Bekas Saat Masuk Musim Hujan

"Kalau dari booster rem di bagian dalam terdapat bantalan karet seperti mangkuk yang sudah mengeras," sebut Heri.

"Elastisitasnya berkurang sehingga tekanan udara tidak bisa menekan bantalan karet, injakkan pedal rem terasa tertahan," tambah Heri.

Editor : ARSN

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa