Sebelum Beli BMW X3 E83 Lawas, Ini Penyakit yang Sering Ditemui

Abdul Aziz Masindo,Harun Rasyid - Minggu, 11 April 2021 | 11:42 WIB
Ilustrasi BMW X3 E83
Coralcarcentre.co.uk
Ilustrasi BMW X3 E83

Otoseken.id - BMW X3 generasi pertama dengan kode bodi E83 menjadi pilihan SUV Eropa yang menarik, harga bekasnya sudah setara LCGC di angka Rp 130 juta.

BMW X3 E83 usianya memang sudah berumur,  pertama kali diperkenalkan sejak 2004 hingga 2010 dengan membawa 3 pilihan mesin 2.000 cc, 2.500 cc dan 3.000 cc sebagai mesin terbesarnya.

Nah, sebelum membeli BMW X3 generasi pertama E83 ini, sebaiknya kenali terlebih dahulu penyakit yang sering ditemui.

Menurut Imam Hanafi selaku owner bengkel spesialis BMW dan Mercy, SUV Eropa BMW X3 generasi merupakan salah satu mobil yang memiliki durabilitas tinggi.

Baca Juga: Cari Medium SUV Asal Eropa, BMW X3 E38 Harga Bekasnya Setara LCGC

Meskipun bandel, menurut Imam ada beberapa kelemahan atau penyakit di BMW X3 E83 ini.

Misal di sensor ABS (Antilock Braking System) dan sensor airbag. Penyebabnya sih karena faktor usia pemakaian kayak enam sampai tujuh tahun, itu suka pada nyala indikatornya," buka Imam Hanafi, owner bengkel spesialis BMW dan Mercy di Depok, Jawa Barat.

Pria yang sudah menangani BMW sejak 1992 ini berujar, pembenahan masalah sensor ABS di BMW X3 E83 membutuhkan biaya jutaan rupiah.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : ARSN
Sumber : GridOto.com

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa