Otoseken.id - Saat ini sudah banyak mobil yang bermesin diesel dilengkapi dengan rumah keong alias turbocharger.
Dengan turbo, mobil pun bisa lebih efisien dengan mesin lebih kecil dalam mencapai target tenaga yang serupa dengan mesin non-turbo.
Meski memiliki keunggulan, mobil-mobil diesel bermesin turbo bukan tanpa potensi masalah.
Terutama untuk mobil-mobil bekas yang bukan tak mungkin sudah mengalami penurunan tenaga.
Baca Juga: Ganti Filter Bahan Bakar Mesin Diesel, Segini Patokan Kilometernya
"Biasanya untuk mobil-mobil diesel yang pakai biosolar, umumnya performa turun karena adanya jelaga yang menyumbat sistem common-rail," ujar Theodorus Suryajaya, punggawa bengkel Rev Engineering di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
/photo/gridoto/2018/09/05/2404528813.jpg)
Pria yang akrab disapa Teddy ini juga mengungkapkan biasanya para pemilik mobil mendongkrak performa mesin diesel dengan memasang piggyback maupun re-map ECU.
Namun, tak jarang kurangnya edukasi pemilik mobil dan mekanik bengkel dapat mengakibatkan penurunan performa yang justru lebih besar.
"Bisa saja re-map atau aplikasi piggyback tersebut justru dalam kondisi overtune atau overboost, dan akhirnya mesin jadi tidak reliable dan mengakibatkan kerusakan terutama di bagian turbonya," ungkapnya.
Baca Juga: Mesin Diesel Pakai Cairan Cetane Booster, Simak Dulu Plus Minusnya
Overtune atau overboost sendiri maksudnya adalah kondisi tuning ECU yang jauh di atas potensi mesin seharusnya.
"Hasilnya kalau sudah overboost turbo bisa jebol karena tak sanggup menghadapi kenaikan boost. Dan hasilnya performa pun makin loyo," sebut Teddy.
"Akhirnya ditangani Rev, dan harus ganti beberapa komponen sebelum bisa dinormalkan," tutupnya.
/photo/gridoto/2018/09/27/1422049411.jpg)
Kalau sudah ganti komponen tentu saja biaya yang harus dikeluarkan jadi lebih besar.
Baca Juga: 5 Penyebab Mesin Mobil Diesel Bekas Bisa Kehilangan Tenaga
Karena itu, sebelum melakukan peningkatan performa, ada baiknya memperhatikan komponen-komponen seperti filter solar dan injektor.
Bisa jadi komponen tersebut bermasalah sehingga mengakibatkan penurunan performa.
Pastikan komponen tersebut bersih dan bekerja dengan baik, baru Anda bisa mempertimbangkan untuk mendongkrak performa.
Cara Mencegah Muncul Air di Tangki Bahan Bakar Mobil Diesel
/photo/2019/02/16/3704483419.jpg)
Otoseken.id - Bahan bakar diesel cenderung menyerap kandungan air cukup banyak, nah ternyata ada loh cara mencegahnya.
Cara mencegah kandungan air muncul di tangki bahan bakar mobil diesel, ternyata cukup simpel.
Biasanya, bahan bakar diesel yang cenderung menyerap kandungan air cukup banyak kualitasnya jelek dengan angka cetane rendah.
Tentu kandungan air ini kalau sampai masuk ke sistem pembakaran mesin diesel bisa memicu kerusakan yang cukup serius.
Baca Juga: 7 Pilihan Oli Mesin Diesel, Mulai Dari Rp 180 Ribu, Shell Rimula Hingga TMO Diesel
"Sebenarnya gampang, jangan biarkan tangki bahan bakar mobil selalu kosong apalagi dalam jangka waktu cukup lama," buka Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung kepada GridOto.com.
Menurut Tri, dengan kondisi tangki bahan bakar kosong berarti akan ada rongga yang terisi oleh udara.
"Bahan bakar yang terpapar udara akan bereaksi sehingga terjadi kondensasi di dalam tangki dalam jangka waktu tertentu," terang Tri.
Lanjut Tri, selama proses kondensasi akan terjadi perubahan molekul air dari udara dan bahan bakar menjadi embun sehingga membentuk lapisan baru kandungan air di tangki bahan bakar.

Baca Juga: Begini Ciri-ciri Mobil Diesel Yang Mengonsumsi BBM Berkualitas Rendah
"Udara itu kan mengandung unsur oksigen, dimana dia terdapat molekul air yang berubah menjadi uap air ketika terjadi kondensasi," tambah Tri.
Untuk itu Tri menyarankan untuk selalu mengisi tangki bahan bakar dalam kondisi penuh jika sudah mulai kosong.
"Bukan karena faktor kerusakan, tapi semakin sedikit udara di dalam tangki kemungkinan bereaksi dengan bahan bakar juga jadi lebih kecil," ujar Tri.
Editor | : | ARSN |
KOMENTAR