Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

mobil bekas

Wajib Tahu, Ini Cara Mendeteksi Cairan Yang Bocor di Bawah Mobil

ARSN,Panji Nugraha - Jumat, 17 September 2021 | 19:05 WIB
Ilustrasi kolong mobil
Aditya Pradifta
Ilustrasi kolong mobil

Otoseken.id - Pemilik mobil harus waspada nih saat ada cairan yang menetes di kolong mobil, sebaiknya segera diperiksa dan kenali lebih awal.

 

Tetesan yang menyisakan bekas pada lantai, akan terlihat jelas apabila mobil sudah berpindah dari tempat semula.

Jika memang benar ada bekas tetesan di bawah mobil Anda, segeralah kenali jenis cairannya.

Cairan di mobil umumnya terdiri dari air, oli dan minyak.

Baca Juga: Area Kolong Mobil Bekas Jarang Dibersihkan, Ini Resiko Yang Bakal Ditanggung

Ilustrasi deteksi cairan rembes di bawah mobil
Dok. Otomotif
Ilustrasi deteksi cairan rembes di bawah mobil

Untuk air, ada yang jernih dan ada juga yang berwarna merah.

Sedangkan untuk oli berwarna coklat dan kehitaman, lalu untuk minyak ada warna jernih dan merah.

Masing-masing cairan mempunyai ciri dan penggunaan yang berbeda-beda.

Setelah mengenali ciri cairannya, kenali juga lokasi tempat menetesnya cairan tersebut.

Baca Juga: Cuci Kolong Mobil Bekas Wajib Dilakukan, Ini 3 Alasan Yang Harus Diketahui

Sehingga dapat di ketahui kira-kira cairan apa yang bocor.

Untuk mempermudah cara mengenalinya, simak ulasan berikut ini sebagai bahan dasar sebelum kroscek ke tempat penampungan cairan. Rendy

CAIRAN JERNIH

Cairan yang jernih kemungkinan berasal dari air pembuangan AC (Air Conditioner). Biasanya, kebocoran ini terletak di bawah dasbor sebelah kiri atau kanan.

Baca Juga: Undercarriage Detailing Supaya Kolong Mobil Kinclong, Mulai dari Rp 1 Juta

Pada dasarnya, di selang pembuangan AC memang selalu keluar air hasil kondensasi AC.

Jadi, itu hal yang wajar, karena salah satu kinerja dari sistem AC adalah air hasil kondensasi tersebut memang seharusnya keluar.

Cairan warna merah dan jernih
Dok. Otomotif
Cairan warna merah dan jernih

CAIRAN MERAH MUDA DAN JERNIH

Cairan warna merah dan jernih, jika dipegang seperti air biasa dan tidak licin.

Untuk cairan yang berwarna merah, berasal dari pendingin radiator (radiator coolant).

Lokasi tetesan dari cairan ini biasanya terletak di bawah mesin dan di bawah radiator.

“Atau bisa saja menempel pada komponen dekat radiator bahkan kap mesin, ini kemungkinan indikasinya mesin overheat,” kata Iwan Abdurrahman, Technical Service PT. Toyota Astra Motor.

CAIRAN COKLAT DAN KEHITAMAN

Cairan oli jika ada di lantai berwarna coklat kehitaman dan jika dipegang terasa licin.

Baca Juga: Penyebab Sokbreker Mobil Gampang Rusak di Musim Hujan, Ini Biangnya

Untuk warna coklat, biasanya ada pada oli yang belum lama digunakan oleh mesin.

Namun warna hitam biasanya ada pada mesin yang masa pakai olinya sudah cukup lama.

Cairan oli jika ada di lantai berwarna coklat kehitaman dan jika dipegang terasa licin
Dok. Otomotif
Cairan oli jika ada di lantai berwarna coklat kehitaman dan jika dipegang terasa licin

Letak tetesan untuk oli mesin umumnya berada pada posisi tepat di bawah mesin.

Sedangkan untuk oli transmisi dan gardan berada di bawah transmisi untuk penggerak roda depan, namun kebocoran pada oli transmisi dan gardan bisa dibilang jarang terjadi.

“Jarang memang, biasanya karena menutup lubang pengeluaran oli kurang rapat atau tidak sesuai prosedur, seperti bagian gasket yang tidak diganti,” terang Iwan lagi.

Masih menurut Iwan, kebocoran oli transmisi bisa keluar dari bagian seal crankshaft bagian belakang, yang posisinya antara mesin dan transmisi, ”Ini juga biasanya karena umur mobil sudah mendekati 10 tahun,” jelasnya.

CAIRAN MERAH

Cairan ini berasal dari minyak rem, power steering dan transmisi otomatis.

Ciri dari cairan ini, biasanya jika dipegang akan terasa licin.

Baca Juga: Kucing Sering Tidur di Ruang Mesin, kap Hingga Kolong Mobil Bekas, Ini Alasannya Banyak Yang Heran

Hampir sama dengan oli mesin, tapi sifatnya lebih encer.

Hal yang membedakan lainnya, cairan ini warnanya merah.

Cairan ini berasal dari minyak rem, power steering dan transmisi otomatis
Dok. Otomotif
Cairan ini berasal dari minyak rem, power steering dan transmisi otomatis

Untuk menentukan cairan tersebut minyak atau bukan, dapat anda lihat dari lokasi jatuhnya cairan.

Jika berada di bawah transmisi yang berdekatan dengan mesin, kemungkinan oli
transmisi otomatisnya bocor.

Namun jika oli ada di bawah pompa power steering (untuk mobil yang masih menggunakan power steering hidrolik), kemungkinan ada kebocoran pada power steering.

Untuk ciri khusus minyak rem pada umumnya, dari segi warna terlihat jernih/netral sedangkan dari sisi bau lebih menyengat dibandingkan dengan minyak lainnya.

Apabila masih ragu dengan ciri cairan yang ditemukan, Anda bisa memastikannya lagi dengan melihat dan mengecek langsung dari tempat penampungan cairan, oli ataupun minyak yang ada pada mobil Anda.

Jika sudah diketahui ada kebocoran sebelum melakukan perjalanan dan masih dalam kategori sedikit, sebaiknya diisi terlebih dulu menggunakan cairan ataupun oli yang satu jenis dengan yang sudah ada.

Atau lebih baik segera datangi bengkel langganan Anda dan lakukan pengecekan lebih dalam.

Editor : ARSN
Sumber : Otomotifnet.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa